Home » News » Terkuat Drama Pembunuhan Perempuan di Pinggir Kali Ciliwung

Terkuat Drama Pembunuhan Perempuan di Pinggir Kali Ciliwung



Depok – Polisi meringkus Suhartanto, tersangka pembunuh perempuan yang jasadnya ditemukan tergeletak di pinggir kali Ciliwung, Gang Texas RT 04 RW 02, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Terkuat Drama Pembunuhan Perempuan di Pinggir Kali Ciliwung

IIustrasi

Tersangka pembunuh korban yang bernama Yeni Maharani tak lain adalah suaminya sendiri.

Suhartanto kecewa dengan sikap istrinya, yang tidak mau lagi mempertahankan bahtera rumah tangga. Buntutnya, Suhartanto bertindak sadis hingga menghilangkan nyawa Yeni Maharani.

Wakil Kepala Polresta Depok Ajun Komisaris Besar Faizal Ramadhani mengatakan, permasalahan rumah tangga pasangan suami istri itu bermula ketika Suhartanto ketahuan selingkuh. Timbullah cekcok di antara keduanya. Korban tidak terima dan memilih meninggalkan rumah tanpa izin.

“Rabu malam istrinya (Yeni Maharani) kabur dari rumah. Korban seharian tidak pulang,” ujar Faizal, Jumat (21/7/2017).

Keesokan harinya, tersangka mencoba mencari keberadaan istrinya dengan cara menghubungi ponsel korban. Percakapan lewat ponsel itu menjadi awal petaka bagi Yeni.

Baca juga : Jasad ABK Yang Jatuh ke Laut Berhasil Ditemukan Tim SAR

“Di jawablah posisi korban (di tempat jasad Yeni ditemukan warga),” kata Faizal.

Sang suami yang telah mengetahui tempat istrinya, langsung beranjak menuju lokasi guna membujuk istrinya pulang ke rumah. Namun, korban menolak.

“Korban diajak pulang tapi tidak mau. Di sana keduanya terlibat keributan,” ucap Faizal.

Tak tahan dengan kelakuan istrinya, Suhartanto kalap lalu menganiaya korban. Korban dicekik hingga tewas.

“Hasil autopsi jasad Yeni Maharani, ditemukan sejumlah luka di bagian kepala dan leher,” ujar Faizal.

Usai membunuh istrinya, tersangka berupaya membuat skenario seolah-olah Yeni dibunuh orang lain. Tersangka menelepon keponakannya untuk membantu mencari korban.

“Padahal saat itu tantenya sudah terbunuh,” ujar Faizal.

“Tersangka lalu ketemuan dengan keponakannya di lokasi. Kemudian tersangka bilang ‘lihat lek itu lek (bibi) mu’, aku sudah tidak kuat,” Faizal menandaskan.

Tersangka Suhartanto mengaku khilaf telah membunuh istrinya. Dia mengakui pemicu tindakan sadisnya berawal dari persoalan adanya wanita idaman lain dalam biduk rumah tangganya.

“Istri saya tidak suka kalau saya punya selingkuhan,” ujar Suhartanto.

Jasad Yeni Maharani ditemukan, Kamis (20/7/2017), oleh remaja yang hendak berenang, Arief Perdana Putra. Jasad Yeni ditemukan tergeletak di pinggir kali Ciliwung, Gang Texas, Depok, Jawa Barat. (bens – sisidunia.com)