Home » Hiburan » Jeremy Thomas Meminta Maaf Atas Kesalapahamannya Dengan Polisi

Jeremy Thomas Meminta Maaf Atas Kesalapahamannya Dengan Polisi



Jakarta – Kasus penganiayaan putra sulung pasangan Jeremy Thomas dan Ina Thomas, nampaknya tidak akan dilanjutkan. Orangtua dari Axel harus rela mendapatkan kepahitan dari pengakuan sang putra bahwa memang benar ia telah mentransfer sejumlah uang unuk pembelian psikotropika jenis happy five.

Jeremy Thomas Meminta Maaf Atas Kesalapahamannya  Dengan Polisi

Jeremy Thomas dan pihak kepolisian

Lewat konfrensi pers yang diadakan keluarga Axel Matthew, di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (21/7/2017), Jeremy Thomas atas nama keluarganya mengucapkan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya dan pihak kepolisian beberapa waktu lalu. Menurutnya ketegangan yang terjadi antara dirinya dengan pihak institusi kepolisian adalah karena kesalahpahaman yang tak sengaja, lantaran ia menemukan sang anak disebuah hotel di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, dengan muka babak belur, Sabtu (15/7/2017) lalu.

Baca juga : Ina Thomas Dibanjiri Dukungan Saat Anaknya Jadi Tersangka Narkoba

“Axel baik kondisinya sudah mulai membaik. Cuma yang ingin saya sampaikan sebenarnya pada hari ini, seperti ini ya.. Setelah mendalami perkembangan apa yang terjadi, saya pun menganalisa situasi dan kondisi oleh karena itu saya secara pribadi dengan niat yang tulus dan ikhlas, setelah saya pikirkan secara matang, secara dewasa, saya Jeremy Thomas sebagai kepala keluarga sebagai orangtua dari Axel, dan sebagai ayah yang lahir sebagai manusia biasa tidak luput dari kekurangan,” ujar Jeremy Thomas yang ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (21/7/2017).

“Oleh karena itu saya ingin dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas kesalah pahaman, atas misleading-nya yang menurut saya pemberitaan-pemberitaan yang sebelumnya, membuat ketegangan antara saya pribadi dengan institusi,” sambungnya.

Lewat awak media, pria 45 tahun ini memohon agar pihak kepolisian bisa memaafkan dirinya yang sempat menghalau tindakan baik untuk memberantas narkoba. Ia bahkan menujukkan meminta maafnya langsung untuk Kapolri, Kapolres, serta jajaran Satnarkoba yang bertugas pada malam hari itu.

“Saya sebagai pribadi, meminta maaf. Tolong dibukakan pintu maaf saya yang selebar-lebarnya. Kepada institusi Polri khususnya, kepada khususnya Kapolda Metro Jaya. Kepada khususnya, Kapolres bandara Soetta dan segenap jajaran satnarkoba yang melakukan operasi, atas ketidaknyamanan. Atas kelalaian, atas peristiwa yang mengganggu terjadinya proses kerja mereka yang sebenarnya niat mereka baik,” tuturnya.

“Saya mohon dibukakan pintu maaf yang selebar sebenarnya. Saya sebagai pria dewasa dan kepala keluarga memahami, bahwa tugas mereka (polisi) memerangi narkoba adalah bagian dari yang saya dukung untuk menyelamatkan putra putri kita sendiri itu yang ingin saya sampaikan pada hari ini,” tambahnya.

Lebih jelasnya ia menyatakan bahwa niatnya untuk meminta maaf merupakan tindakan yang didasari dengan niat tulus. Jeremy Thomas bahkan diketahui sempat membawa serta pihak keluarganya untuk menjalani konfrensi pers, sebelum akhirnya sang istri yang merasa belum sanggup berbicara meminta izin untuk singgah dari hadapan para awak media.

“Saya mohon, semoga dibukakan pintu maaf yang selebar-lebarnya, saya datang disini sendiri bersama keluarga saya bersama istri saya, dengan niat yang baik, dengan niat yang tulus bisa meluruskan, mengembalikan, hubungan saya yang baik kepada institusi Polri dan tidak ada lagi yang namanya pemberitaan-pemberitaan yang tidak baik menurut kami,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Axel Matthew sempat berada di salah satu ruangan di hotel Kristal, Jakarta Selatan pada Sabtu 15 Juli 2017 kemarin untuk dimintai keterangan pihak kepolisian mengenai transfer yang ia lakukan beberapa waktu lalu. Namun entah bagaimana awalnya, hingga pihak kepolisian memilih tindakan untuk memukuli pria 19 tahun tersebut hingga babak belur.

Akibat kejadian tersebut, Jeremy Thomas bersama pengacaranya sempat melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ke Propam Mabes Polri, Senin (17/7/2017). Tidak hanya itu, Jeremy bahkan diketahui sempat ingin melaporkan tindakan tersebut ke Bareskrim, Jakarta Pusat. (bens – sisidunia.com)