Home » News » Perempuan Asal Thailand Mengaku Menjadi Simpanan Pejabat

Perempuan Asal Thailand Mengaku Menjadi Simpanan Pejabat



Jakarta – Perempuan asal negeri gajah, Thailand, berusia 21 tahun bekerja menjadi ladies company (LC) di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.  untuk mengubah nasibnya didatangkan melalui ‘agen’ , kini Lien, sepenuhnya di bawah pengawasan seorang pria yang akrab disapa Papi T.

Perempuan Asal Thailand Mengaku Menjadi Simpanan Pejabat

Gambar ilustrasi

Namun sejak menjadi keepingan (simpanan) seorang oknum pejabat, aktivitas gadis berambut hitam panjang tersebut lebih banyak dihabiskan di apartemen di wilayah Kemayoran, Jakpus.

Baca Juga : Ketahuan Menyimpan Sabu diKos Seorang Pria Dibekuk Polisi

Kehadiran Lien di tempat hiburan tersebut tergantung panggilan si oknum pejabat. “Jadi mesti ready, kapan dibutuhkan dia mesti siap menemaninya ,” sebut Papi T yang ikut mendampingi Lien.

Menurut Papi T, Lien merupakan salah satu Pekerja Seks Komersial (PSK) impor asal negara asia yang ‘beruntung’. Sebab belakangan pasaran PSK yang berasal dari Asia semisal China, Vietnam dan Thailand mulai munurun ‘pasarannya’.

Kondisi itu diperkirakan bahwa pria ‘hidung belang’ lebih tertarik dengan PSK asal Uzbekhistan. “Asia dan Indonesia nyaris serupa, mereka mungkin ingin yang lebih beda,” paparnya .

Padahal, lanjut papi, tarif PSK asal Bangkok dan lainnya di tempatnya beroperasi sudah cukup bersaing. “Bahkan nyaris banting harga,” ucapnya.

Kisaran tarif cewek Bangkok yang biasanya dipatok antara Rp1,7 juta sampai dengan Rp2 juta bisa diberikan cuma Rp1 juta sampai dengan Rp1,5 juta. Meski sudah ‘banting harga’, tetapi pria ‘hidung belang’ tetap saja tidak sedikit yang mencari dan ingin merasakan bercinta dengan cewek Uzbekistan yang populer di juluki Si Kuda Putih itu .

Kondisi itulah yang kini membuat Lien merasa beruntung. Sebab dia tak lagi pusing dikejar target harus mendapat tamu. Sejak menjadi simpanan pejabat dirinya hanya duduk manis sambil menanti panggilan di kamar nyaman di sebuah apartemen bertarif Rp45 juta/tahun itu.

“Tempat ini yang memilih abang. Maklum namanya pejabat , kerahasiaan wajib terjaga dan terjamin,” sebut Papi T yang mendampingi Lien.

Apartemen banyak dipilih oknum pejabat untuk menempatkan simpanannya mengingat hunian tersebuat memiliki tingkat eklusivisme tinggi dan keamanan yang cukup ketat. “Hanya penghuni yang memiliki akses masuk,” ucapnya.

Apalagi di apartemen itu banyak penghuninya , sehingga sang pejabat tak akan dicurigai ketika berada di hunian vertikal tersebut. “Karena banyak penghuni bisa saja dia beralasan menemui orang lain yang berkaitan dengan urusan pekerjaan. Beda kalau tinggal di kos-kosan, pasti ketahuan,” tuturnya seraya menambahkan uang sewa puluhan juta rupiah selama satu tahun, bukan persoalan besar bagi oknum pejabat tersebut.

(seph – sisidunia.com)