Home » News » Simpanse Ternyata Memiliki Kekuatan Lebih Kuat Daripada Manusia

Simpanse Ternyata Memiliki Kekuatan Lebih Kuat Daripada Manusia



Jakarta – Meski simpanse bertubuh kecil, ternyata hewan tersebut memiliki kekuatan 1,35 kali lebih kuat dari manusia. Banyak asumsi bahwa simpanse ternyata lebih kuat dari manusia. Sebenarnya hal ini sudah lama terjadi.

Simpanse Ternyata Memiliki Kekuatan Lebih Kuat Daripada Manusia

Simpanse

Kekuatan simpanse telah menjadi penelitian umum untuk riset biologi sekitar tahun 1920-an. Hingga saat ini, simpanse disebut memiliki kekuatan 3-5 kali lebih kuat dari manusia atau setidaknya 2,5 kali lebih kuat.

Untuk memastikan, peneliti dari University of Massachusetts menggali literatur yang dipublikasikan antara tahun 1923 hingga 2014. Hipotesisnya, simpanse 1,5 kali lebih kuat dari manusia.

“Laporan 100 tahun sebelumnya menyebutkan, simpanse punya serat otot yang secara intrinsik lebih kuat dari manusia, tapi tidak ada pengujian langsung,” kata Brian Umberger dari Unviersity of Massachusetts seperti dinukil Science Alert, Jumat (18/7/2017).

Kemudian, tim peneliti mengisolasi serat otot dan mengujinya secara keseluruhan tenaga dan percepatan saat berkontraksi. Tim peneliti juga memeriksa distribusi jaringan “protein penggerak” yang disebut miosin.

Terdapat dua karakteristik serat otot, berkedut cepat dan berkedut lambat. Keduanya memiliki karakteristik khas rantai miosin.

Kedutan lambat juga dapat bekerja dalam periode yang lebih lama tanpa kelelahan dan memiliki daya tahan paling kuat di antara serat otot. Sementara kedutan cepat, layaknya seorang sprinter, cepat lelah namun melakukan kerja keras dengan cepat.

Selanjutnya, ilmuwan menemukan bahwa serat otot simpanse lebih panjang dari serat otot manusia. Data tersebut lalu dimasukkan dalam simulasi komputer yang menunjukkan bahwa simpanse lebih kuat 1,35 kali dari manusia.

Simpanse yang lebih banyak hidup di pohon, serat otot yang berkedut cepat memberi keuntungan yang mendorong saat memanjat dan berayun di antara dahan. Namun, bagi manusia dengan serat otot lambatnya dapat menempuh perjalanan jauh yang lebih baik.

(bens – sisidunia.com)