Home » News » Seorang Siswa Baru Meninggal Sepulang Dari MOS

Seorang Siswa Baru Meninggal Sepulang Dari MOS



Pontianak – Nasib sial menimpa siswa baru yang masuk salah satu SMA di Sungai Raya, Kubu Raya. Satria Tri Anggoto meninggal sepulang mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS). Menurut informasi yang diterima, dia minum minuman bersoda campur susu setelah pulang dari MOS.

Seorang Siswa Baru Meninggal Sepulang Dari MOS

Gambar Ilustrasi

Hasil pemeriksaan sementara oleh kepolisian, warga Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya itu memiliki riwayat jantung bocor.

Baca Juga : Dua Orang Warga China Diamankan Terkait Penggerebekan Gudang Sabu

Kapolsek Sungai Raya AKP Haryanto menjelaskan, sebelum meninggal dunia, Satria mengendarai sepeda motor dari rumahnya sekitar pukul 06.28, untuk menjemput temannya, Riyan di Jalan Parit Bugis, Desa Arang Limbung. “Korban menjemput temannya, untuk sama-sama mengikuti kegiatan MOS hari pertama di salah satu SMA yang menerimanya sekolah di situ,” kata Haryanto, Selasa (18/7/2017).

Kemudian, lanjut Haryanto, pukul 10.00, kegiatan MOS yang diikuti Satria selesai. Dia dan Riyan ternyata tak langsung pulang ke rumahnya. Mereka justru pergi ke Cafe The Legend di kawasan Pontianak Timur. “Korban memesan minuman kaleng bersoda campur susu untuk diminum bersama,” jelasnya.

Lalu, tak berapa lama korban merasa pusing dan menggigil. Satria kemudian minta diantar pulang. Sebagai teman yang baik, Riyan langsung bergegas menunggangi sepeda motor korban untuk mengantarnya.

Sekitar pukul 11.00, Satria tiba di rumah Riyan. Dia minta istirahat dulu. Kemudian minta air putih. “Setelah minum, korban minta bantal untuk berbaring di ruang tamu rumah Riyan,” jelas Haryanto.

Hari semakin siang, sekira pukul 13.00, Satria tak bangun-bangun. Riyan yang curiga melihat temannya terbaring dan tak bergerak-gerak, mencoba membangunkannya. “Riyan mencoba menggoyang tubuh korban namun tak bergerak juga. Lalu Riyan memberitahu tetangga depan rumahnya dan melapor ke Polsek,” tutur Haryanto.

Kepolisian dibantu warga kemudian membawa Satria ke rumah sakit terdekat untuk diberi pertolongan medis. Namun, nyawanya tak dapat ditolong. Lanjut Haryanto menjelaskan, penyebab meninggalnya Satria masih dalam penyelidikan pihaknya.

“Penyebab meninggalnya korban belum dikatahui. Namun menurut pihak keluarga, korban mempunyai riwayat jantung bocor,” ujar Haryanto.

Haryanto menegaskan, sejauh ini hasil pemeriksaan sejumlah saksi, meninggalnya Satria tidak ada kaitan dengan kegiatan MOS. Kini korban sudah berada di rumah duka untuk segera disemayamkan.

(seph – sisidunia.com)