Home » News » Dua Sejoli Ini di Grebek Warga di WC Umum Masjid Diduga Sedang Berbuat Mesum

Dua Sejoli Ini di Grebek Warga di WC Umum Masjid Diduga Sedang Berbuat Mesum



Cirebon – Sepasang kekasih digerebek saat berada di dalam satu WC di masjid yang di komplek Markas Brimob Palimanan, Kabupaten Cirebon. Cerita tentang sepasang kekasih yang diduga berbuat mesum di tempat umum itu kali ini terjadi di Cirebon.

Gelar Razia Hotel, 11 Orang Bukan Suami Istri Berhasil Diamankan

Gambar ilustrasi

Berdasarkan data yang dihimpun menyebutkan, peristiwa ini terjadi Sabtu (15/7/2017) sekitar pukul 11.00. Salah seorang warga sekitar, Wawan, melihat seorang laki-laki dan perempuan memasuki kamar mandi Kecil.

Baca Juga :  Inilah Jumlah Harta Kekayaan Yang Dimiliki Setya Novanto

Hal itu membuat Wawan curiga. Dia kemudian memeriksa semua kamar mandi. Ternyata ada satu kamar mandi terkunci dari dalam.

Karena tak dibuka, padahal beberapa kali digedor, Wawan dan warga lainnya melapor ke petugas penjagaan. Mereka kemudian membuka paksa pintu tersebut. Ternyata sepasang kekasih itu berada di dalam satu kamar mandi.

“Ya saat itu mereka ada di dalam,” kata Kapolres Cirebon Kabupaten AKBP Risto Samodra Kapolsek Gempol AKP Ribut Setiabudi.

Sepasang kekasih itu yakni MI (24), warga Kota Cirebon dan MA (18), warga Kabupaten Indramayu. Menurut kapolsek, setelah keduannya diamankan dari kamar mandi, petugas lalu melakukan pencarian barang bukti.

Ternyata ditemukan celana dalam yaang sudah dibuang ke tempat sampah. “Keduannya ini diketahui telah membuang celana dalam ke tempat sampah. Dugaan kita mereka melakukan perbuatan mesum di dalam kamar mandi,” tandas kapolsek.

Pihak keluarga ikut turun tangan menyelesaikan masalah ini. Kesepakatan damai pun diambil. Sementara ini tak ada proses hukum. Apalagi keduanya akan dinikahkan. Kedua belah pihak pun membuat surat penyataan atas kesepakatan itu.

Hal ini juga dibenarkan Kapolsek Gempol AKP Ribut Setiabudi. Setelah proses pemeriksaan, keduanya memang tak berkutik. “Keduannya membuat surat pernyataan dan kasus ini diselesaikan secara kekeluargan. Mereka akan dinikahkan paling lambat selama satu tahun dari sekarang. Akan tetapi jika sudah waktunya tidak dinikahkan, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar kapolsek.

(seph – sisidunia.com)