Home » News » Pencari Rumput Temukan Mayat Perempuan di Perbukitan Puncak Lonceng

Pencari Rumput Temukan Mayat Perempuan di Perbukitan Puncak Lonceng



Sukabumi – Sesosok mayat perempuan ditemukan tergeletak di sekitar areal perbukitan Puncak Loceng, kawasan Gunung Arca, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu (16/7/2017).

Pencari Rumput Temukan Maya Perempuan di Perbukitan Puncak Lonceng

Ilustrasi

Menurut informasi yang dihimpun, mayat pertama kali ditemukan oleh seorang pencari rumput bernama Warih (45). Melihat kondisi mayat yang sudah membusuk, Warih kemudian berlari dan meminta tolong ke masyarakat yang berada di sekitar bukit.

“Kondisi mayat sudah rusak, saya tidak berani mendekat karena takut. Saya berteriak meminta tolong dan warga pun berdatangan,” tutur Warih kepada wartawan.

Warga kemudian menghubungi aparat kepolisian dari Polsek Nyalindung. Polisi lalu datang ke lokasi penemuan mayat dan melakukan pemeriksaan.

“Mayat berjenis kelamin perempuan, untuk penyebab kematian perlu ada pemeriksaan lebih lanjut. Namun hasil pemeriksaan sementara seperti ada bekas luka di bagian leher, namun untuk kepastiannya nanti melalui hasil visum,” ungkap Brigadir Agus anggota Babinsa Polsek Nyalindung.

Dihubungi terpisah, Kapolres Sukabumi AKBP M Syahduddi membenarkan terkait informasi penemuan mayat perempuan di sekitar wilayah hukum Polsek Nyalindung. Rencananya jenazah akan dibawa ke RSUD Sekarwangi, Cibadak.

“Masih kita selidiki, memintai keterangan sejumlah saksi. Saat ini anggota sedang mengupayakan proses evakuasi karena jarak menuju perkampungan terdekat sekitar 3 kilometer, dan tidak bisa dilalui kendaraan roda empat,” terang Syahduddi.

Ciri-ciri mayat perempuan itu memiliki tinggi sekitar 146 cm dengan rambut panjang tergerai dan pakaian kaos berwarna merah putih dan celana jeans berwarna hitam panjang.

Informasi dari penemuan mayat itu kemudian menyebar di masyarakat, tak ayal lokasi sekitar penemuan mayat dipenuhi warga yang ingin melihat kondisi mayat dari dekat. Sebagian dari mereka bahkan mengabadikannya lalu mempostingnya di media sosial Facebook. (bens – sisidunia.com)