Home » News » Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Polisi Usai Penembakan

Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Polisi Usai Penembakan



Yerusalem – Kompleks Masjid Al-Aqsa sempat ditutup usai penembakan polisi Israel oleh tiga orang bersenjata di Kota Tua, Yerusalem. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan kembali membuka kompleks masjid tersebut.

Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Polisi Usai Penembakan

Masjjid Al-Aqsa

Dilansir dari AFP, Minggu (16/7/2017), kompleks tersebut juga dikenal sebagai Bukit Bait Suci oleh orang Yahudi. Keputusan membuka kawasan Bait Suci itu diambil Netanyahu saat kunjungan resmi ke Prancis.

“Telah diputuskan untuk membuka kembali Temple Mount secara bertahap besok (Minggu,-red) untuk umat beriman, pengunjung dan turis,” kata pihak kantor perdana menteri dalam sebuah pernyataan, Sabtu (15/7/2017).

Kawasan Masjid Al-Aqsa yang berada di Kota Tua, Yerusalem, sempat ditutup karena menjadi tempat pelarian tiga orang bersenjata penembak polisi Israel pada hari Jumat (14/7/2017) lalu. Para pelaku penembakan polisi itu melarikan diri ke kompleks Haram Al-Sharif. Di situs tersuci ketiga umat Islam tersebut para penyerang ini ditembak mati polisi.

Setelah serangan tersebut, pihak berwenang Israel mengambil keputusan yang sangat tidak biasa dengan menutup tempat suci tersebut untuk salat Jumat. Penutupan tersebut memicu kemarahan umat Islam dan warga Yordania yang mengelola kompleks tersebut.

Menteri urusan Islam Yordania, Wael Arabiyat, memperingatkan bahwa tetap membiarkan masjid Al-Aqsa ditutup adalah tindakan ‘berbahaya’ dan ‘belum pernah terjadi sebelumnya’. Ratusan warga Yordania pun berdemonstrasi di Amman pada hari Sabtu untuk menyerukan ‘pembebasan Al-Aqsa’.

Netanyahu mengatakan bahwa majelis tersebut dapat dibuka kembali hari Minggu setelah keamanan dinilai membaik. (bens – sisidunia.com)