Home » News » Mantan Presiden Brazil Dipenjara 9,5 Tahun, Kenapa ?

Mantan Presiden Brazil Dipenjara 9,5 Tahun, Kenapa ?



Jakarta – Presiden Brasil 2003 hingga 2010, Luiz Inacio Lula da Silva dijatuhi  vonis 9,5 tahun penjara Pengadilan Negeri Curitiba terhadap. Dia dinyatakan bersalah ketika terbukti menerima gratifikasi dan terlibat pencucian uang.

Mantan Presiden Brazil Dipenjara 9,5 Tahun, Kenapa ?

Presiden Brasil 2003 hingga 2010, Luiz Inacio Lula da Silva

Dilansir dari laman Al Jazeera, Kamis (13/7/2017), Hakim Sergio Moro dalam amar putusannya menyatakan, Lula menerima duit pelicin dari perusahaan minyak Brasil, Petrobras. Dia berada dalam pusaran perkara korupsi dan pencucian uang perusahaan itu melibatkan sejumlah figur politik dan pejabat di Brasil.

Baca Juga : Kapal Pengangkut 1 Ton Sabu Diamankan Polisi di Perairan Aceh

Sayangnya, hakim memutuskan Lula tidak ditahan dan bisa mengajukan banding. Di samping perkara ini, Lula yang merupakan politikus sayap kiri, juga dibelit empat kasus rasuah lain. Dikhawatirkan jika Lula tidak ditahan, maka dia berpeluang kembali mencalonkan diri pada pemilihan presiden digelar pada Oktober tahun depan. Apalagi Presiden Brasil saat ini, Michael Temer, juga tersandung dugaan korupsi.

Dalam analisa yuridis, Hakim Moro menyatakan Lula menerima fulus pelicin sebesar USD 1,1 juta, atau setara lebih dari Rp 14,7 miliar. Lula juga disebut menerima pemberian berupa apartemen mewah di tepi laut dari sebuah perusahaan konstruksi terbesar di Brasil, OAS.

“Dari sejumlah perkara korupsi dan pencucian uang yang melibatkan Lula, ada cukup bukti buat menjatuhkan hukuman 9,5 tahun penjara dan enam bulan kurungan,” kata Hakim Moro saat membacakan putusan.

Putusan dibuat Hakim Moro, yang menjadi ikon anti-korupsi di Brasil, terhadap Lula mengatrol pamornya. Kini dia dianggap punya kesempatan bersaing merebut kursi kepresidenan, jika dia berminat.

Dalam pembelaannya, Lula menyangkal menerima duit sogokan saat dan sesudah menjabat presiden. Dia malah menuding kalau vonis hakim cuma upaya buat menghalanginya buat kembali menjabat sebagai presiden.

Pengganti Lula, Dilma Rousseff, dimakzulkan dan didepak dari kantor kepresidenan tahun lalu. Sedangkan Temer yang merupakan wakil Dilma dan kini sebagai penerusnya juga dituduh menerima suap dari perusahaan daging terbesar di Brasil.

Dua pekan lalu, Hakim Moro menjatuhkan vonis 12 tahun penjara buat mantan menteri di kabinet Lula, Antonio Palocci, karena korupsi. Palocci adalah tokoh kunci dalam perkara korupsi berjuluk ‘Operasi Pencucian Mobil’ melibatkan Petrobras dan Partai Buruh Brasil. Kasus itu ditutupi selama partai itu berkuasa sejak 2003 hingga 2016.

Jaksa penuntut umum menyatakan Palocci adalah makelar duit sogok antara Grup Konstruksi Odebrecht dan perwakilan Partai Buruh. Dia diduga terlibat pencucian uang sebesar USD 10 juta, atau setara Rp 133,6 miliar yang dipakai buat membiayai kampanye partai.

Odebrecht merupakan konglomerat dengan sejumlah proyek di dunia. Dalam catatannya, dia memberi sandi macam-macam buat para pejabat dan politikus menerima suap secara rutin. Salah satunya dia memberi julukan ‘Si Italia’ buat Palocci. Sebagai gantinya, Odebrecht dipastikan mendapatkan kontrak bisnis dengan Petrobras, serta ‘dibantu’ dalam urusan lainnya.

(seph – sisidunia.com)