Home » News » Dikira Maling Motor, Seorang Pemuda Dihajar Massa

Dikira Maling Motor, Seorang Pemuda Dihajar Massa



Pasuruan – Lantaran dikira melakukan pencurian motor, seorang pengunjung wisata pemandian alam Banyu Biru, Winongan, Kabupaten Pasuruan, jadi korban amuk massa. Beruntung, polisi segera datang ke lokasi dan menyelamatkan pemuda tersebut.

Seorang Pemuda Di Pukuli Wara Karena Dianggap Sebagai Begal

Ilustrasi

Aksi amuk massa ini terjadi di lokasi parkir motor wisata pemandian di Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan. R keluar dari lokasi pemandian menuju lokasi parkir dan mengeluarkan motor Yamaha Vega.

Baca juga : Salah Satu Pelaku Penyelundupan Sabu 44kg Adalah Polisi

Namun, kejadian itu diketahui pemilik motor yang spontan berteriak “Maling yang langsung didengar pengunjung dan warga yang lain. R langsung dikepung dan sempat mendapat sejumlah pukulan dari massa.

“Kami menerima informasi ada warga yang dikepung karena diduga mencuri motor. Anggota langsung terjun ke lokasi dan mengamankannya. Dia diselamatkan ke kantor,” kata Kapolsek Winongan, AKP Handoyo, dihubungi detikcom, lewat sambungan seluler, Minggu (16/7/2017).

Setelah dibawa ke mapolsek, R kemudian diperiksa intensif. Sejumlah anggota polisi juga langsung terjun ke lokasi melakukan penyelidikan.

“Dari hasil penyelidikan, ternyata dia ini mabuk. Saat keluar, salah ambil motor orang lain,” jelas Handoyo.

Diterangkan Handoyo, pria asal Winongan tersebut awalnya datang ke lokasi Banyu Biru seperti pengunjung lain. Di lokasi pemandian, dia menenggak minuman keras hingga mabuk. Belum bebas dari pengaruh minuman keras, dia hendak pulang. Di lokasi parkir dia salah ambil motor.

“Jadi ini murni karena dia dalam pengaruh minuman keras. Dia datang membawa motor Revo yang masih bagus, namun motor yang hendak ia bawa Vega yang kondisinya sudah jelek. Posisi motornya dan motor Vega memang berdekatan,” terang Handoyo.

Polisi saat ini memanggil kepala desa, orang tua R dan sejumlah saksi. Penyelidikan kasusnya dihentikan karena ada kesalahpahaman.

“Ini salah paham. Nggak mungkin juga dia ambil motor yang sudah jelek. Saya tahu dia sehari-hari, dia orang baik nggak ada catatan kriminal. Hanya saja memang dia sedang mabuk,” ungkap Handoyo.

Kepala Desa Sumberejo, lokasi pemandian Banyu Biru, Sakri Singo Mulyo Laksono, mengungkapkan, peristiwa amuk massa terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Pihaknya mengaku saat itu tak bisa mengendalikan masaa yang sangat banyak sehingga langsung menghubungi polisi.

“Ini kan hari Minggu, pengunjung sangat banyak sehingga kami tak bisa memastikan dia mencuri apa tidak. Massa menggerumuninya. Beruntung polisi segera mengamankan. Dan katanya dia orang mabuk,” ungkap Sakri.

(bens – sisidunia.com)