Home » News » 14 Napi Jolo Kabur, Beberapa di Antaranya Militan Abu Sayyaf

14 Napi Jolo Kabur, Beberapa di Antaranya Militan Abu Sayyaf



Jakarta – Dalam peristiwa kerusuhan penjara di Pulau Jolo, otoritas Filipina melaporkan, tiga orang narapidana (napi) tewas dan sejumlah lainnya luka-luka. Ketiga korban tersebut termasuk dalam 14 orang napi yang melarikan diri dari sebuah penjara di Jolo.

14 Napi Jolo Kabur, Beberapa di Antaranya Militan Abu Sayyaf

Militan Abu Sayyaf

Dari 14 napi yang kabur, beberapa di antaranya ditahan karena memiliki keterkaitan dengan kelompok militan Abu Sayyaf. Pulau Jolo diketahui sebagai markas besar Abu Sayyaf sekaligus tempat kelompok tersebut menawan para sandera.

“Mereka memotong jeruji besi dan melompat dari lantai dua ke atap menuju ke bangunan sebelah. Pasukan kami merespons dan menewaskan serta melukai sejumlah napi dalam operasi pengejaran. Beberapa di antaranya diketahui sebagai anggota Abu Sayyaf,” terang Kepala Kepolisian Provinsi Pulau Jolo, Mario Buyuccan, mengutip dari South China Morning Post, Minggu (16/7/2017).

Para napi yang terluka berhasil ditangkap kembali. Sementara itu, polisi dibantu tentara Filipina kini sedang mengejar 10 orang napi yang melarikan diri tersebut. Buyuccan menambahkan, penjara tersebut diketahui dihuni oleh 32 orang napi yang mayoritas ditahan terkait kasus narkoba.

Kaburnya napi dari penjara bukan hal yang aneh di Filipina. Kondisi sejumlah penjara sangat buruk karena kelebihan kapasitas, pemeliharaan yang buruk, serta penjagaan yang kurang ketat. Salah satu kasus paling buruk adalah ketika 150 orang napi kabur pada Januari 2017 setelah diserbu ratusan pria bersenjata.

Pada Mei 2017, kelompok militan mengibarkan bendera ISIS seraya membebaskan 100 orang napi dari dua penjara di Marawi. Tindakan tersebut menjadi pemicu terjadinya kerusuhan di Marawi yang kemudian ditetapkan berstatus darurat militer oleh Presiden Rodrigo Roa Duterte. (bens – sisidunia.com)