Home » Travel & Kuliner » Seram, Pura Bukit Sari Sangeh Dihuni Ribuan Kera Berwarna Abu-abu

Seram, Pura Bukit Sari Sangeh Dihuni Ribuan Kera Berwarna Abu-abu



Bali – Cerita mistis begitu kental jika berwisata ke Pulau Dewata. Selain dari tradisi dan ritual, namun juga dengan kehadiran pura-pura kunonya.

Seram, Pura Bukit Sari Sangeh Dihuni Ribuan Kera Berwarna Abu-abu

Pura Bukit Sari Sangeh

Beberapa di antara pura ternyata juga ada yang menyimpan kisah seram seperti di Pura Bukit Sari Sangeh. Penarasan seperti apa ? Intip yuk ulasannya.

Pura ini dulunya dibangun oleh Anak Agung Anglurah Made Karang Asem Sakti yang menjadi anak angkat Raja Mengwi sekitar abad 17 Masehi. Anak tersebut memiliki tingkah aneh yakni suka melakukan pertapaan hingga memperoleh ilham. Dalam melakukan pertapaan, ia mendapatkan wangsit untuk mendirikan pura di tengah hutan pala di Sangeh.

Sementara, hutan pala itu sendiri juga memiliki kisah mistis yang melegenda. Konon, pohon Pala itu berasal dari gunung Agung yang berada di Bali Timur, tiba-tiba pohon tersebut pindah dan melakukan perjalanan menuju Bali Barat.

Namun, ketika sedang berjalan, ada orang yang melihat perpindahan gaib tersebut sehingga tiba-tiba pohon Pala berhenti di desa Sangeh hingga saat ini. Pohon-pohon tersebut kini juga sudah semakin tumbuh dan besar. Dan juga dihuni oleh ribuan kera yang memiliki warna abu-abu.

Berdasarkan pengalaman traveller, kera di sana sangat jinak tidak seperti kera di tempat lainnya. Tetapi, bagi masyarakat sekitar, kera tersebut merupakan makhluk sakral.

Dan, tidak ada yang berani berbuat kasar dengan mereka sebab mereka memiliki raja. Saat, Anda berada di sini, jangan coba-coba deh untuk bertindak kasar kepada mereka terlebih sang raja, atau Anda bisa diserang oleh komplotan mereka, terlebih jika Anda sedang tidak bersama pawang. Hiii…mengerikan bukan?

Pura Bukit Sari Sangeh ini juga masih belum dikenal oleh wisatawan nusantara. Padahal, hutan Pala di sini akan membuat perjalanan Anda dijamin menyenangkan karena pepohonan rindang akan memberikan kesejukan dan kenyamanan. Suasana magis bercampur alam khas provinsi di bawah pimpinan I Made Mangku Pastika dan I Ketut Sudikerta. (bens – sisidunia.com)