Home » News » Ketua LPD Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Sukaluwih

Ketua LPD Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Sukaluwih



Ginayar – Jasad I Made Sudibia ditemukan di pantai Sukaluwih, Desa Saba, Blahbatuh, Rabu (12/6/2017). Hidung dan mulut pria 35 tahun ini mengeluarkan buih ketika ditemukan. Berdasarkan informasi, korban tercatat masih aktif sebagai Ketua Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Taro, Tegalalang.

Ketua LPD Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Sukaluwih

Ilustrasi

Korban pertama kali ditemukan oleh pedagang pantai, Ni Wayan Gati pada Rabu pagi sekira pukul 10.30 Wita. Kala itu korban tergeletak dengan posisi tengkurap mengenakan baju hitam lengan panjang. Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek dan ada beberapa surat di dompetnya.

“Waktu saya mau buka warung, saya lihat kok ada seperti orang tidur di pantai,” ujar Gati

Kala itu posisi mayat dekat dengan dengan bibir pantai. Gati pun mengaku merasa curiga melihat orang tidur seperti itu. “Karena takut saya langsung panggil warga lain dan bendesa di sini untuk mengecek,” ujar Gati.

Informasi itu, langsung sampai ke telinga polisi. Polisi yang tiba dilokasi langsung melakukan pemeriksaan. Di saku celana korban, ada KTP istrinya Ni Wayan Sriani. Berdasarkan petunjuk KTP inilah, Polsek Blahbatuh langsung bergerak melakukan penelusuran, termasuk melakukan olah TKP. Jasad korban langsung dibawa ke ruang jenazah RS Sanjiwani Gianyar.

Kuat dugaan korban melakukan aksi bunuh diri dengan meminum racun, hal ini terlihat dari buih yang keluar dari mulut korban. Informasi lain menyebutkan korban Sudibia ini sempat cekcok lantaran ada masalah rumah tangga.

Kapolsek Blahbatuh, Kompol Abdus Salim yang dikonfirmasi belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Dikatakan polisi masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis. “Kami masih menunggu hasil visum dulu,” ujar Kompol Abdus Salim.

Namun ditegaskan, dari hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban juga diperkirakan meninggal dunia satu jam sebelum penemuan. Kami juga masih mencari tahu pihak keluarganya, “ katanya.

Secara terpisah paman korban, I Nyoman Arta (50), ditemui di RS Sanjiwani mengatakan korban selama ini dikenal pendiam dan akur dalam membina rumah tangganya. “Tidak pernah saya dengar ada masalah di sana. Keponakan tiang ini orangnya baik, akur dan pendiam,” ucapnya.

(bens – sisidunia.com)