Home » News » Aksi Pencurian Sepeda Motor Bersenjata Api Membuat Masyarakat Depok Resah

Aksi Pencurian Sepeda Motor Bersenjata Api Membuat Masyarakat Depok Resah



Depok Р Penduduk Kota Depok, Jawa Barat  saat ini sedang cemas karena aksi pencurian sepeda motor bersenjata apil sedang berkeliaran. Aksi pencuri itu dilengkapi  dengan senjata api jenis pistol.

Aksi Pencurian Sepeda Motor Bersenjata Api Membuat MAsyarakat Depok Resah

Ilustrasi

Peristiwa itu terjadi di Kompleks Depen, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Depok, kemarin. Pelaku diperkirakan dua orang. Namun hanya seorang terlihat oleh saksi sekaligus korban bernama Gunawan.

Baca Juga : Pelaku Penembakan Italia Chandra Akhirnya Menyerahkan Diri

Gunawan menceritakan, seorang pria mengenakan kemeja merah dengan helm di kepalanya masuk ke halaman rumahnya. Pria misterius itu berniat membawa kabur sepeda motor matik milik korban tapi gagal karena tepergok si pemilik rumah.

Pelaku yang gugup kemudian berusaha kabur dengan berjalan mudur sembari pistol dari pinggangnya. Gunawan segera tiarap setelah pria itu menodongkan pistolnya ke arahnya. Pelaku lalu kabur setelah dijemput rekannya mengunakan sepeda motor berwarna hitam.

Peristiwa itu terekam kamera pengawas (CCTV) yang dipasang di depan rumah Gunawan. Video CCTV mengonfirmasi kesaksian Gunawan, terutama saat pria tak dikenal itu menodongkan pistol ke arahnya.

‚ÄúDia cuma¬†nodong,¬†belum sempat meletus, dia cuma¬†ngancem,‚Ä̬†kata Gunawan kepada wartawan pada Senin malam, (10/7/2017).

Meski pelaku gagal melancarkan aksinya, korban dan warga sekitar merasa waswas. Mereka berharap polisi segera meringkus pelaku. Namun belum ada keterangan reskmi dari Kepolisian hingga berita ini dipublikasikan.

Aksi pencurian bersenjata api serupa itu terjadi di Tangerang, Banten, pada (12/7/2017). Namun si pencuri meletuskan pistolnya hingga menewaskan pemilik rumah, Italia Chandra Kirana Putri, setelah perempuan 23 tahun itu memergoki pelaku.

Baru sebulan kemudian, pada 9 Juli, polisi menembak mati satu di antara dua tersangka pelaku, yakni Syaiful. Aparat mengklaim terpaksa menembak Syaiful karena melawan saat akan ditangkap di tim Polda Metro Jaya di Lampung Selatan, Lampung, pada Minggu itu.

(seph – sisidunia.com)