Home » News » Dinkes DKI Akan Selidiki Klinik Rehabilitasi Ilegal

Dinkes DKI Akan Selidiki Klinik Rehabilitasi Ilegal



Jakarta – Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan menyelidiki klinik yang diduga melakukan praktik rehabilitasi narkotika ilegal. Kepala Dinas Kesehatan DKI Koesmedi Priharto mengaku terkejut terhadap bentuk praktik di klinik tersebut.

Dinkes DKI Akan Selidiki Klinik Rehabilitasi Ilegal

Ilustrasi

“Tapi kalau klinik rasanya tidak boleh, harus rumah sakit. Kalau terbukti melanggar, (izin) pasti kita cabut, karena bukan kewenangannya. Terkait melanggar pidana, nanti lihat seperti apa hasil penyelidikannya,” Kata Koesmedi saat dihubungi Kamis (6/7/2017).

Baca juga : Anak Perempuan Ini Akhirnya Divonis Bebas

Klinik melakukan tindakan dengan memberikan obat dan melakukan tindakan lainnya secara bebas. Harus ada resep dan pendampingan dari dokter rehabilitasi.

“Jadi aturannya nggak boleh diberikan sembarangan, harus ada resep dokter. Sebelum menggunakan zat itu, harus tanya dokternya dulu,” jelasnya.

Koesmedi berjanji akan bertindak tegas jika terbukti ada penyimpangan yang dilakukan pihak klinik. Namun, untuk memastikan hal tersebut, Dinas Kesehatan DKI akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu.

“Kita akan telusuri terlebih dahulu. Kalau terbukti melakukan pelanggaran, akan kita tutup,” kata Koesmedi.

Sebelumnya, sejumlah klinik di wilayah Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat, menawarkan terapi bagi pecandu narkoba. Terapi dilakukan dengan cara infus, suntik, dan obat.

“Bisa diinfus, suntik, atau obat. Infus seharga Rp 600 ribu, suntik Rp 300 ribu, obat Rp 50 ribu tapi kita jual per dua kapsul,” ujar dokter klinik tersebut.

Dokter tersebut menyebutkan efek yang ditimbulkan adalah pasien akan tertidur pulas. Setelah itu, dia akan merasa lega.

“Kalau infus bisa dilakukan di sini di lantai dua. Kalau suntik dan obat, efek akan terasa setelah satu jam,” kata dia.

(bens – sisidunia.com)