Home » News » Anak Perempuan Ini Akhirnya Divonis Bebas

Anak Perempuan Ini Akhirnya Divonis Bebas



Lampung – Seorang anak perempuan berusia 16 tahun dipenjara selama 34 hari. Belum lama ini, terungkap bahwa ia tidak terlibat dalam kasus pembunuhan berencana yang dituduhkan aparat penegak hukum.

Anak Perempuan Ini Akhirnya Divonis Bebas

Ilustrasi

Kasus ini berawal ketika Fajar Nugraha dan Irene berencana membegal Bunga. Mereka kemudian menjemput Bunga, yang juga teman Irene. Bunga tidak curiga dan mereka pun jalan-jalan menggunakan sepeda motor Bunga pada 3 April 2017. Bunga membonceng Irene.

Baca juga : Lautan Sampah di Cibangkong Sudah Ada Sejak 10 Tahun Terakhir

Saat melintas di Dusun Karang Endah, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Irene menghentikan sepeda motor. Secepat kilat, Fajar mendekati Bunga dan langsung menusukkan pisau ke perut Bunga.

Penusukan kembali dilakukan sehingga Bunga sekarat. Setelah itu, Irene dan Fajar mengambil langkah seribu dengan membawa sepeda motor Bunga. Korban ditemukan warga sudah terkapar di jalan dengan kondisi mengenaskan.

Menurut aparat, Fajar dan Irene ke rumah si anak perempuan setelah membegal Bunga. Alhasil, si anak ikut ditangkap dan ditahan polisi sejak 6 April 2017.

Setelah kasus itu bergulir ke pengadilan, si anak didakwa dengan pasal penganiayaan yang menyebabkan kematian dan pasal perampokan. Si anak didakwa turut serta dalam kejahatan sadis itu. Jaksa mengajukan tuntutan 7 tahun 6 bulan penjara.

Namun majelis hakim berkeyakinan lain. Si anak perempuan dinyatakan tidak terlibat sama sekali dalam pembegalan itu.

“Karena si anak tidak melakukan menyuruh lakukan seseorang untuk melakukan tindak pidana terhadap korban, baik kekerasan yang mengakibatkan mati maupun pencurian,” demikian putusan majelis Pengadilan Negeri (PN) Kalianda yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Kamis (6/7/2017).

Si anak juga tidak terbukti melakukan kejahatan itu karena tidak mempunyai untuk melakukan perbuatan tersebut.

“Membebaskan anak dari semua dakwaan penuntut umum,” putus majelis hakim yang terdiri dari I Gede Putu Saptawan, dengan anggota Dodik Setyo Wijayanto dan Madela Natalia Sai Reeva, pada 10 Mei lalu.

Si anak boleh jadi divonis bebas. Tapi malang, sebagian hak asasinya telah dicabut 34 hari karena menghuni tahanan. (bens – sisidunia.com)