Home » News » Fahri Hamza Menganggap Kasus Korupsi E-KTP Hanya Permainan

Fahri Hamza Menganggap Kasus Korupsi E-KTP Hanya Permainan



Jakarta –  Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR, menganggap kasus korupsi proyek E-KTP yang belakangan ini telah menghebohkan banyak orang  itu hanya omong kosong. Fahrio juga menyebut kasus itu hanya permainan sebagian pihak seperti Muhammad Nazarudin, Novel Baswedan, dan Agus Rahardjo.

Fahri Hamza Menganggap Kasus Korupsi E-KTP Hanya Permainan

Fahri Hamza

“Sudahlah, percaya saya, kasus E-KTP itu omong kosong ngga ada hasilnya. Itu permainanya Nazarudin, sama Novel sama Agus Rahardjo. Itu Agus Rahardjo terlibat E-KTP, percaya deh, bohong itu. Jadi Anda jangan curigai lagi angket ini soal E-KTP lagi, ini memang bohong E-KTP, enggak ada, selesai,” kata Fahri di Gedung DPR, Selasa (4/7/2017).

Baca Juga : Pihak Kepolisian Tak Menggubris Ancaman Revolusi Dari Rizieq Shihab

Ia mempertanyakan kerugian negara akibat kasus E-KTP sebesar 2,3 triliun. Menurutnya, kerugian tersebut hanya khayalan. Sebab, hanya Badan Pemeriksa Keuangan yang bisa menentukan kerugian tersebut.

“Jangan bikin khayalan di luar, mentang-mentang ada penyidik KPK bilang ada rugi Rp2,3 Triliun, terus kita percaya, bohong itu, yang benar BPK. Anda suruh saya percaya omongan siapa kalau bukan BPK, masa omongan orang di pinggir jalan lebih percaya dibanding yang diberi mandat untuk menghitung kerugian, ini khayalan,” kata Fahri.

Ia menjelaskan KPK menyatakan kerugian negara atas kasus E-KTP berdasarkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan sebesar Rp 2,3 Triliun. Padahal BPK mengatakan kerugiannya mencapai Rp18 Milyar.

“Antara 2,3 T dan 18 M, jaraknya tuh ini negara gila, ada uang negara jaraknya begitu besar kan ngawur dong ini. Negara ngga boleh ngawur gitu,” kata Fahri.

Ia juga mempertanyakan delik hukum yang menjerat politisi DPR Markus Nari dan Miryam Haryani atas kasus E-KTP. Atas tudingannya itu, ia kembali meminta agar presiden mengevaluasi KPK. Tentunya tanpa emosi ataupun fiksi.

“Deliknya obstruction of justice atau apalah, ini khayalan, permainan Nazaruddin sama Novel sama Agus. Kita nanti bukalah biar seru permainannya,” ujar  Fahri.

(seph – sisidunia.com)