Home » News » Ganjar Memasrahkan Kasusnya Pada Hakim

Ganjar Memasrahkan Kasusnya Pada Hakim



Jakarta ‚Äď Aliran dana proyek korupsi e-KTP sebesar US$ 520 ribu telah membawa nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo disebut menerima¬†fee¬†e-KTP. Namun, Ganjar telah membantah telah menerima fee e-ktp itu.

Ganjar Mamasrahkan Kasusnya Pada Hakim

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Politikus PDIP itu pun pasrah dengan proses persidangan kasus e-KTP yang sudah berjalan di pengadilan Tipikor Jakarta.

Baca Juga : Honorer Satpol PP Surabaya Ditangkap Polisi Usai Setubuhi Anak SMP

“Yah sekarang majelis hakim yang akan memutuskan. Kan terdakwanya sudah ada yah, biar kita serahkan saja kepada hakim,” kata¬†Ganjar¬†di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/7/2017).

Menurut dia, dirinya sempat diperiksa saksi untuk tersangka Irman dan Sugiharto. Ganjar mengklaim dirinya saat itu telah memberikan keterangan yang jujur kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

Kemudian, Ganjar juga mengaku lega saat dirinya dikonfrontir penyidik KPK oleh pihak yang disebut memberi uang kepada dirinya. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim Tipikor Jakarta.

“Kita serahkan pada hakim, sekali lagi saya bahagia waktu dikonfrontir oleh Pak Novel waktu itu orang yang diceritakan memberi uang itu ternyata kalau Pak Ganjar tidak,” tuturnya.

Selain itu, Ganjar juga menyinggung alasan dirinya tak melapor kepada KPK saat ditawarkan uang dalam pembahasan proyek e-KTP. Saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Ganjar mengaku pernah tiga kali ditawarkan uang terkait proyek e-KTP.

Dia juga pernah diberikan bungkusan yang diduga berisi uang oleh mantan anggota Komisi I DPR Mustoko Weni. “Iya nanti saya laporkan,” ujar Ganjar.

Dia membantah tak melaporkan segera kepada KPK ketika hendak ditawarkan uang dalam pembahasan proyek e-KTP lantaran banyak tekanan.

Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR itu berdalih, dia menolak tawaran tersebut lantaran tidak melihat barangnya secara langsung. “Enggak (ada tekanan),¬†wong¬†kita lihat barangnya saja enggak,” tuturnya menambahkan.

Seperti diketahui, nama Ganjar disebut jaksa KPK dalam berkas dakwaan dua terdakwa kasus e-KTP yang juga mantan pejabat Kemendagri Irman dan Sugiharto. Dalam dakwaan, Ganjar yang pernah menjadi pimpinan Komisi II DPR disebut menerima fee US$ 520 ribu.

(seph – sisidunia.com)