Home » News » Jemaah di Probolinggo Ini Baru Gelar Salat Id Hari Selasa

Jemaah di Probolinggo Ini Baru Gelar Salat Id Hari Selasa



Probolinggo – Jemaah Aboge Ā melaksanakan ibadah sholat idul fitri pada hari Selasa kemarin, atau selisih dua hari dengan ketetapan resmi pemerintah.Ā Meski secara resmi pemerintah telah memutuskan tanggal 1 syawal 1438 hijriyah jatuh pada tanggal(25/6/2017). Warga yang disebut sebagai jemaah Aboge itu berpedoman pada kalender Islam yang diatur dalam Kitab Mujarobah.

Jemaah di Probolinggo Ini Baru Gelar Salat Id Hari Selasa

Gambar Ilustrasi

 

Hitungan yang dipakai Jamaah Aboge, yang juga sering disebut Jemaah Tahun Alif Rabu Wage ini, dalam menentukan awal puasa ataupun lebaran, selalu selisih satu hingga dua hari dengan ketetapan pemerintah maupun hitungan Ormas-Ormas Islam lainnya.
Baca Juga :Ā Tertidur Pulas di Pos Jaga, 4 Polisi Dihukum Push Up

Tak heran jika pada Senin siang ini, mereka masih menjalankan ibadah puasa. Sebagian warga malah menghabiskan waktu dengan aktifitas persiapan lebaran dengan membuat ketupat maupun lontong.

Sebagian warga lainnya mengecat dan memperbaiki rumah ataupun bersih-bersih persiapan sholat ied pada Selasa pagi kemarin. Para santri mushola tempat sholat ied akan digelar, juga melakukan bersih-bersih. Mulai menyapu hingga membersihkan cendela mushola.

Mereka juga tidak merasa riskan, atau iri melihat warga lainnya merayakan sholat ied lebih awal. Bagi mereka, perbedaan keyakinan merupakan hal yang biasa. Apalagi Jamaah Aboge sudah terbiasa setiap tahunnya berpuasa atau lebaran lebih sehari atau dua hari lebih lambat dari pada umat muslim lainnya.

Menurut Kiyai Buri Bariyah, ulama Jamaah Aboge, perhitungan berpedoman pada kalender Islam yang diatur dalam Kitab Mujarobah, yang menjadi dasar keyakinan Aboge.

“Untuk hari raya tahun ini berdasar dari Wal-Ji-Ro, tanggal 1 Syawal, bulan siji atau satu, pasaran loro atau dua, jadi lebaran pada hari Selasa Pon,” kata Kyai Buri Bariyah.

Jemaah aboge tersebar di 10 desa, di 4 kecamatan. Diantaranya Kecamatan Dringu, Kecamatan Leces, Kecamatan Bantaran serta Kecamatan Tegal Siwalan dengan jumlah jemaah sekitar seribu jiwa.

(seph – Ā sisisdunia.com)