Home » News » Copet Dan Pelaku Pelecehan Seksual di Ragunan Berhasil Ditangkap Polisi

Copet Dan Pelaku Pelecehan Seksual di Ragunan Berhasil Ditangkap Polisi



Jakarta – Pada musim liburan hari raya, polisi terus meningkatkan keamanan dan ketertiban warga di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Hingga H+2 Lebaran polisi telah mengamankan kasus pelecehan seksual dan copet yang mengganggu keamanan dan kenyamanan warga.

Copet Dan Pelaku Pelecehan Seksual di Ragunan Berhasil Ditangkap Polisi

Ilustrasi penangkapan

“Kemarin ada 1 pelecehan seksual cuma satu kasus, tapi bisa kita amankan,” kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (28/6/2017).

Pelaku pelecehan seksual berhasil diamankan polisi ketika menjalankan aksinya di kerumunan antrean warga. “Jadi ada antrean, ada laki-laki yang berdiri di belakang pengunjung lain, itu saja. kemarin kejadiannya, tapi sudah sempat diamankan,” jelas Suntana.

Selain itu polisi juga mengamankan pencopet yang mengambil barang warga yang sedang berkunjung. Suntana mengingatkan warga untuk selalu menjaga barang bawaan.

“Copet kemarin kejadian cuma satu kasus tapi bisa diamankan. Oleh karena itu berhati-hati dengan bawaannya, dompetnya hati-hati supaya tidak menjadi korban,” imbuhnya.

Polisi juga terus melakukan patroli di beberapa titik Taman Margasatwa Ragunan. “Di tempat-tempat, loket-loket tertentu, juga keliling ke wilayah-wilayah yang ada untuk mencegah terjadinya tindak pidana seperti pencopetan,” sebutnya.

Ada 600 hingga 700 personel kepolisian yang ditugaskan untuk menjaga Ragunan selama musim Lebaran. Polda Metro juga akan menambah jumlah personel karena jumlah masyarakat yang berwisata ke Ragunan terus bertambah setiap hari di musim Lebaran tahun ini.

“Karena memang ini adalah lokasi wisata yang sangat murah, hanya membayar Rp 4000 saja masyarakat bisa berkumpul bersama keluarga. Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan terimakasih kepada Pemda DKI khususnya pada pengelola Ragunan yang terus meningkatkan pelayanan dan kesiapannya dalam rangka kenyamanan para wisatawan,” tuturnya.

Puncak kepadatan pengunjung di Ragunan diprediksi terjadi di tanggal 1 dan 2 Juli 2017. Namun polisi akan terus memantau peningkatan di atas tanggal tersebut mengingat anak sekolah masih menjalani masa liburan hingga 10 atau 15 Juli 2017.

“Karena hari Senin kan sudah banyak yang masuk kantor, walaupun anak-anak sekolah itu ada yang masuk tanggal 10 atau 15 Juli ya. Kita prediksi Jumat, Sabtu, Minggu. Tetapi apabila dari perkiraan ini ada lebih meningkat lagi di hari-hari berikutnya, akan tetap kami jaga,” pungkasnya.

(bens – sisidunia.com)