Home » News » Akibat Ditinggal Silaturahmi, Bayi Berumur 2 Bulan Hangus Terbakar

Akibat Ditinggal Silaturahmi, Bayi Berumur 2 Bulan Hangus Terbakar



Riau –Ā Pasangan suami istri, Masturi dan Rosna di Kabupaten Rokan Hulu, Riau mendapatkan pengalaman tang mungkin tak terlupakan selama hidupnya. Mereka kehilangan bayinya yang berusia dua bulan akibat kebakaran saat mereka mengunjungiĀ rumah orangtuanya yang bersebelahan dusun membuat warga Desa Sukamaju, Kecamatan Rambah.

Akibat Ditinggal Silaturahmi, Bayi Berumur 2 Bulan Hangus Terbakar

Ilustrasi Gambar

Bayi yang diberi nama Sakila itu hangus terbakar dalam kamar rumah karena tidak terselamatkan. Sementara, dua anaknya yang lain berhasil lolos dari maut setelah keluar dari amukan api pada Senin sore, (26/6/2017).

Baca Juga :Ā 17 Bocah Terpisah Dengan Keluarganya di Taman Ragunan

Kepala Bidang Humas Polda Riau Komisaris Besar Polisi Guntur Aryo Tejo menyebutkan, kebakaran yang menimpa bayi malang itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, istri Masturi ingin bersilaturahmi ke rumah orangtuanya.

Rosna pergi sendiri karena suaminya tidak berada di rumah. Dia pun meninggalkan tiga anaknya, termasuk bayi Sakila di rumah. Namun, beberapa menit kemudian, rumah mereka yang berlantai dua dilalap si jago merah.

“Api pertama kali dilihat saksi Fakhrudin yang kebetulan melintas di depan rumah korban,” ucap mantan Kapolres Pelalawan tersebut di Pekanbaru, Selasa (27/6/2017) siang.

Ā Saksi berteriak minta tolong hingga warga sekitar berdatangan. Mereka kemudian memadamkan api dengan peralatan seadanya. Saat kejadian, tiga anak masih berada dalam kamar, sehingga membuat warga panik karena ada teriakan minta tolong.

Tak lama kemudian, anak Masturi paling besar, Desi Riani bersama satu adiknya berhasil keluar setelah mendobrak pintu. Kepada warga, Desi menyebut adiknya paling kecil masih berada di kamar dan tak bisa ditolong karena api sudah besar.

“Hal ini membuat warga tidak berani mendekat karena besarnya api,” tutur Guntur.

Supaya kebakaran tidak menyebar ke rumah lainnya, warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Tak lama berselang, petugas pemadam kebakaran dibantu aparat kepolisian memadamkan api.

“Api sempat menjalar ke rumah tetangga dan melalap bagian dapur. Rumah itu milik Yusril,” kata Guntur.

Beberapa jam berjibaku menjinakkan api, para petugas akhirnya dapat mengendalikan kebakaran meski rumah Masturi sudah terbakar semua. Mereka kemudian mencari jasad bayi Syakila yang ditemukan di salah satu kamar.

Sejauh ini, polisi masih mengusut penyebab kebakaran tersebut. “Garis polisi sudah dipasang, meminta keterangan saksi, dan melakukan visum terhadap korban. Kerugian materi dalam kejadian ini Rp 40 juta,” Guntur memungkasi.

(seph – sisidunia.com)