Home » News » Puluhan Preman dan Wanita Pekerja Seks Komersial Terjaring Razia Gabungan di Depok

Puluhan Preman dan Wanita Pekerja Seks Komersial Terjaring Razia Gabungan di Depok



Depok Ā ā€“ Di sejumlah titik kota Depok kembali diggelar operasi gabungan oleh Polres Kota DepokĀ bersama sejumlah instansi . Puluhan preman danĀ wanita pekerja seks komersial terjaring oleh operasi gabungan tersebut , Minggu, (18/6/2017).

Puluhan Preman dan Wanita Pekerja Seks Komersial Terjaring Razia Gabungan di Depok

Gambar Ilustrasi

Wakapolresta DepokĀ Ajun Komisaris Besar Polisi Faizal Ramadhani mengungkapkan, sebanyak 81 orang tersebut diamankan dari sejumlah tempat hiburan malam yang ada di kota ini. Rata-rata mereka tertangkap basah sedang asyik menikmati minuman kerasĀ di beberapa lokasi.

Baca Juga : Ā Dua Komandan Lapangan ISIS Telah Dibunuh Militer Rusia

“Puluhan pelaku premanisme ini kami amankan dari sejumlah wilayah dan ada pula yang berada di warung remang-remang. Rata-rata mereka mengonsumsi miras,” kata Faizal pada wartawan di lokasi.

Operasi ini, lanjut Faizal, dilakukan secara serentak oleh seluruh jajaran Polresta Depok. “Adapun sasaran dari operasi ini ialah miras, premanisme, pencurian dengan kekerasan, narkoba, dan senjata tajam,” kata dia.

Upaya itu, kata Faizal, untuk memberi rasa aman dan nyaman pada masyarakat. Di tempat yang sama, Kabag Ops Polresta Depok, Komisaris Agus Widodo mengungkapkan, selain berhasil mengamankan 81 orang, polisiĀ juga menemukan senjata tajam dan seorang pencuri.

“Yang senjata tajam disita dari tangan beberapa ABG. Diduga bakal digunakan untuk tawuran. Mereka diamankan oleh anggota Polsek Bojonggede,” katanya.

Selain itu, Agus menambahkan, polisiĀ juga berhasil menyita ratusan botol miras dari sejumlah wilayah seperti Sukmajaya dan Simpangan. “Kami juga mengamankan enam wanita penghibur. Selanjutnya mereka akan kami data untuk pembinaan. Sedangkan yang dicurigai mengarah pada tindak pidana akan diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.

Operasi seperti ini, lanjut Agus, akan semakin rutin dilakukan untuk menekan ruang gerak pelaku kriminalitas.

(seph – sisidunia.com)