Home » News » Jokowi Ingatkan Pelajar Untuk Tidak Lupa Ibadah

Jokowi Ingatkan Pelajar Untuk Tidak Lupa Ibadah



Banyumas Р3.317 pelajar telah menerima Kartu Indonesia Pintar dari orang nomer satu di Indonesia yaitu Presiden Joko Widodo atau Jokowi di  SMA Negeri 2 Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah.

Jokowi Ingatkan Pelajar Untuk Tidak Lupa Ibadah

Jokowi Sedang Berpidato

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, pelajar harus mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi masa depan. Mengingat persaingan global akan semakin ketat.

Baca Juga : Yusril Ungkap Peluang Pilpres 2019 Diikuti Calon Tunggal 

“Belajar yang baik, karena persaingan ke depan makin ketat. Oleh sebab itu, anak-anak harus mempersiapkan diri, belajar yang baik. Tapi jangan lupa juga ibadah dan olah raga agar tubuh kita sehat,” kata Jokowi di lokasi, Jumat (16/6/2017).

Dengan KIP ini, Jokowi ingin tidak ada lagi anak putus sekolah di Indonesia. Mereka yang sempat putus sekolah pun bisa melanjutkan melalui kejar paket A, B, dan C. Semua siswa akan mendapatkan KIP.

Kepada para pelajar tingkat SD, diberikan dana bantuan Rp 450 ribu per tahun. Untuk pelajar SMP, diberikan Rp 750 ribu. Sedangkan untuk tingkat SMA maupun SMK, diberikan dana bantuan Rp 1 juta.

Dana yang diberikan harus digunaian untuk kebutuhan sekolah. Pemerintah akan sangat ketat mengawasi penggunaan dana KIP.

“Untuk beli buku boleh, beli seragam boleh, beli sepatu sekolah boleh. Beli pulsa? Tidak boleh. Janjian ya kita. Kalau nanti ada dana yang di kartu dipakai untuk beli pulsa, nanti dicabut. Semua untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan sekolah,” ucap Jokowi.

Indonesia merupakan negara yang beragam. Pendidikan Pancasila harus ditanamkan sejak kecil agar keberagaman ini terjaga.

“Kita ini beragam, bermacam-macam, tetapi kita tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena kita tahu, kita memiliki Pancasila,” tutur Jokowi.

Turut mendampingi Presiden Jokowi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

(seph – sisidunia.com)