Home » Hiburan » Ini Alasan Macan Cisewu Digambar di Komik Marvel

Ini Alasan Macan Cisewu Digambar di Komik Marvel



Jakarta – Komik Marvel berjudul ‘Secret Empirer: United’ tengah diperbincangkan belakangan ini. Gambar macan Cisewu muncul di salah satu halaman dan menjadi viral di media sosial. Apa alasan Ario Anindito memasukkan unsur lokal khas Indonesia?

Ini Alasan Macan Cisewu Digambar di Komik Marvel

Macan Cisewu di komik Marvel

Ketika dihubungi detikHOT, Ario Anindito menceritakan alasannya. Kebetulan saat lulusan Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan itu sedang menggambarnya terdapat berita macan Cisewu di media massa.

“Saat saya gambar halaman itu, baru ada berita bahwa macan Cisewu yang mukanya baik hati itu diganti dengan patung macan yang lebih sangar,” tuturnya, Jumat (16/6/2017).

Menurutnya, dengan memasukkan gambar macan Cisewu bisa menghargai jasa binatang tersebut selama menjadi patung penjaga yang baik hati. “Maka saya gambar dia di sarung pedang Deadpool sebagai kenang-kenangan.”

Kata ‘Stonefruit’ juga sengaja dimasukkan Ario lantaran memang nama studio kecilnya yang ada di Bandung. Beragam unsur lokal tidak masalah jika dipakai oleh komikus Marvel. Asalkan, lanjut Ario, tidak bermuatan politik, tidak meresahkan, mengandung unsur negatif, dan tidak melanggar hak cipta manapun.

“Konten lokal itu malah akan bagus untuk publikasi mereka di daerah itu sendiri. Peletakannya juga tidak bermasalah karena seperti kita ketahui Deadpool itu bebas banget,” pungkas Ario Anindito.

Komik Marvel yang berjudul ‘Secret Empire: United’ menceritakan tentang organisasi rahasia bernama Hydra di tahun 1966. Lebih dari 50 tahun kemudian, kelompok tersebut berdiri di ambang pencapaian mimpinya, yakni mengambil alih pemerintahan Amerika Serikat dengan pimpinan Captain America.

Sebelumnya sosok Macan Cisewu pernah heboh di media sosial gara-gara penampilanya dianggap kurang garang. Patung macan itu akhirnya dibongkar dan diganti dengan patung macan yang dianggap lebih ‘macan’. Namun pembongkaran Macan Cisewu itu juga mengundang kontroversi. (bens – sisidunia.com)