Home » News » Warga Surabaya Keluhkan Air PDAM Yang Sering Macet

Warga Surabaya Keluhkan Air PDAM Yang Sering Macet



Surabaya  – Saat ini Surabaya sedang ditumpuk oleh bebrapa masalah seperti pendidikan, air PDAM yang macet dan belum cairnya dana hibah menjadi temuan dalam jaring aspirasi yang dilakukan oleh Masduki Toha, wakil ketua DPRD Surabaya, Jawa Timur.

Warga Surabaya Keluhkan Air PDAM Yang Sering Macet

Kantor PDAM Surabaya

Nantinya, temuan ini akan dilanjutkan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat sidang paripurna.

Baca Juga : Warga Surabaya Mengeluh Tak Bisa Menikmati Sekolah Gratis

“Banyak yang disampaikan, salah satunya dana hibah. Masyarakat menanyakan kapan cairnya. Kan selama ini seluruh dana hibah belum cair,” ujar Masduki.

Selain dana hibah, beberapa masalah yang krusial diantaranya keluhan air PDAM selama lima bulan mati.

Mampetnya air PDAM ini di Surabaya Barat. “Kemudian masalah pelayanan BPJS Kesehatan. Masyarakat meminta pelayanan di rumah sakit, seperti RS Soewandhie lebih baik lagi. Mereka mengeluhkan karena adanya tarikan,” jelasnya.

Tak hanya itu, masalah pendidikan juga menjadi keluhan warga yang disampaikan kepada Masduki.

Keluhan yang datang soal perpindahan kewenangan SMA/SMK menjadi milik Pemprov Jatim. Pindahnya kewenangan tersebut, berdampak tidak gratisnya pendidikan menengah atas tersebut. Padahal banyak dari masyarakat miskin mengeluhkan hal itu.

“Saya sudah jelaskan bahwa sekarang sudah diambil oleh pemprov, sesuai dengan undang-undang,” bebernya.

Peralihan kewenangan SMA/SMK ini telah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Yang sejak akhir 2016 silam berada di bawah Pemprov Jatim.

Terakhir, keluhan masyarakat soal dampak pembangunan selokan di Surabaya Utara dan Timur.

Dimana tanah hasil galian tersebut menyebabkan kerugian pada masyarakat. Warga mengeluh tanah hasil galian selokan menyebabkan lumpur.

“Hasilnya ini kami laporkan kepada wali kota (Risma, Red) dan akan diparipurnakan. Lantas diarahkan ke wali kota untuk dipelajari dan dilakukan evaluasi,” tandasnya.

(seph – sisidunia.com)