Home » News » Seorang Pembantu Tega Cabuli Anak Majikannya Yang Masih Berumur 6 Tahun

Seorang Pembantu Tega Cabuli Anak Majikannya Yang Masih Berumur 6 Tahun



Pontianak – Seorang pembantu, LT (47) tega cabuli bocah perempuan berusia 6 tahun Kota Pontianak, Kalimantan Barat, sebut saja Bunga. Kini LT sudah ditangkap dan diperiksa Unit PPA Satreskrim Polresta Pontianak pasca orangtua korban membuat laporan.

Seorang Pembantu Tega Cabuli Anak Majikannya Yang Masih Berumur 6 Tahun

Ilustrasi

Kanit PPA Satreskrim Polresta Pontianak, AKP Heri Purnomo menjelaskan, LT merupakan warga pendatang yang bekerja bantu-bantu di rumah orangtua korban di kawasan Kecamatan Pontianak Tenggara. Ia sudah dianggap keluarga sendiri. Oleh korban, memanggil LT dengan sapaan ayah.

Pada Minggu (4/6/2017), sekira pukul 11.00 WIB, korban sedang minum air putih di ruang tamu. Tersangka LT kemudian memanggil korban sambil melambaikan tangan. “Kemudian korban disuruh masuk ke kamar tersangka. Lalu tersangka mengunci kamarnya dari luar kemudian tersangka pergi mandi,” jelas Heri ditemui di Polresta Pontianak, Kamis (15/6/2017).
Setelah selesai mandi, lanjut Heri, tersangka LT masuk ke kamarnya. Saat itu ia masih menggunakan handuk. Ia kemudian mengunci pintu kembali.

“Pada saat itu korban tengah main game di ponsel terasngka. Kemudian tersangka bilang ke korban ‘Dek Ayah lihat kuman ya’ sambil memegang kemaluan korban. Lalu tersangka membuka celana dan mengangkangkan kaki korban,” jelas Heri.

“Kemudian tersangka mengambil ponselnya untuk memotret kemaluan korban sambil bilang ‘Jangan bilang MAama sama Papa ya!’. Kemudian tersangka langsung keluar dan memanaskan motornya,” papar Heri.

Orangtua korban yang mengetahui kejadian ini langsung melaporkan ke Polresta Pontianak. LT pun langsung ditangkap. “Saat ini dia masih kita periksa. Keterangan saksi, korban dan sejumlah alat bukti lain seperti hasil visum akan kita sesuaikan,” ucap Heri.

Ia menegaskan, tersangka LT dijerat Pasal 81 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (bens – sisidunia.com)