Home » News » ISIS Puji Serangan di Filipina Dan Iran Melalui Rekaman Audio

ISIS Puji Serangan di Filipina Dan Iran Melalui Rekaman Audio



Teheran – Jubir kelompok radikal ISIS memuji serangan-serangan militan ISIS di Filipina dan Iran. Pujian itu disampaikan lewat rekaman audio yang diposting hari ini.

ISIS Puji Serangan di Filipina Dan Iran Melalui Rekaman Audio

Ilustrasi

Rekaman yang disiarkan akun-akun ISIS di media sosial itu merupakan bagian dari seruan umum bagi para ekstremis di dunia untuk meneruskan serangan-serangan mereka selama bulan suci Ramadan.

“Anak-anak kekhalifahan di Asia timur, kami mengucapkan selamat pada kalian karena merebut Marawi,” ujar juru bicara ISIS Aboulhassan al-Mouhajer mengenai kota di Filipina yang dikuasai oleh para militan pro-ISIS pada bulan lalu, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (13/6/2017).

Saat ini ribuan tentara Filipina tengah memerangi ratusan militan yang menyerang Marawi, Filipina selatan pada 23 Mei lalu, mengibarkan bendera-bendera ISIS dan menggunakan hingga 2 ribu warga sipil sebagai tameng manusia.

Pertempuran sengit di kota tersebut sejauh ini telah menewaskan total 58 tentara dan polisi. Lebih dari 20 warga sipil juga tewas, sementara lebih dari 200 militan dilaporkan telah tewas di Marawi.

Dalam rekaman audio tersebut, Mouhajer, juru bicara ISIS tersebut juga mengucapkan selamat kepada para pelaku serangan-serangan teror di Teheran, Iran pekan lalu. Sebanyak 17 orang tewas dan puluhan orang luka-luka ketika pria-pria bersenjata dan pengebom bunuh diri menyerang gedung parlemen Iran dan kompleks monumen makam Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin revolusi Iran.

Serangan-serangan pada 7 Juni itu diklaim oleh ISIS. Lima pelaku serangan tewas dalam insiden tersebut. Itu merupakan pertama kalinya ISIS mengklaim mendalangi serangan teror di Iran.

Mouhajer juga menyerukan para “prajurit kekhalifahan” untuk melanjutkan aksi-aksi mereka selama Ramadan di Irak dan Suriah. Dia juga menyerukan serangan-serangan di Eropa, Amerika, Australia, Rusia, Mesir, Yaman, Libya, Tunisia dan Aljazair. (bens – sisidunia.com)