Home » News » Peneliti Temukan Fosil Bayi Burung Berusia 99 Juta Tahun

Peneliti Temukan Fosil Bayi Burung Berusia 99 Juta Tahun



California – Peneliti berhasil menemukan fosil bayi burung berusia 99 juta tahun. Bayi burung tersebut terperangkap dalam batu ambar.

Peneliti Temukan Fosil Bayi Burung Berusia 99 Juta Tahun

Dilansir Gizmodo, Kamis (8/6/2017), temuan ini menunjukkan spesimen dalam objek berwarna kuning yang memiliki bulu atau sayap burung dinosaurus. Temuan ini dinilai sebagai yang terbaik, memperlihatkan bayi burung berusia 99 juta tahun yang hampir sempurna.

Para ilmuwan menemukan spesimen itu di Myanmar, di mana orang lain telah membeli batu ambar itu atau menemukannya di pertambangan batu ambar. “Melihat ini banyak hewan yang diawetkan dalam warna kuning sangat menarik,” kata peneliti Ryan McKellar.

Menurutnya, dengan menerawang batu ambar tersebut, peneliti bisa melihat bagian sisi kanan tubuh. Peneliti dapat melihat dengan jelas karena potongan batu ambar itu umumnya besar dan tembus pandang.

Sampel batu ambar ini tampak melindungi seekor bayi burung enantiornithine, yang mungkin baru berumur beberapa hari atau pekan setelah menetas. Tim menganalisis dengan mikroskop dan memanfaatkan teknologi pemindai mikro CT.

Teknologi itu bisa menciptakan rekonstruksi 3D dari sebuah objek. “Ini rapi karena mempertahankan tahap pertumbuhan yang sangat awal,” kata peneliti.

Baru-baru ini, tambang batu ambar di Myanmar utara kabarnya menghasilkan banyak serangga dan tanaman yang luar biasa. Hal ini berdasarkan sebuah riset yang diterbitkan dalam jurnal Gondwana Research. (bens – sisidunia.com)