Home » Gaya Hidup » Bahan Makanan Ini Ternyata Suburkan Kanker di Dalam Tubuh

Bahan Makanan Ini Ternyata Suburkan Kanker di Dalam Tubuh



Jakarta – Karena pola hidup yang salah, kanker menjadi salah satu penyakit yang hadir. Namun perlu Anda ketahui, bahan makanan ini ternyata mampu memberi makan sel kanker dalam tubuh? Sebuah penelitian mengungkapkan hal yang mengejutkan dalam pertumbuhan kanker, seperti yang dirilis oleh nbcnews.com, Kamis (8/6/2017).

Bahan Makanan Ini Ternyata Suburkan Kanker di Dalam Tubuh

Ilustrasi

Peneliti dari University of Texas, Lorenzo Cohen mengungkapkan ada satu bahan makanan yang bisa suburkan kanker dalam tubuh. Bahan makanan itu adalah gula, yang sangat umum digunakan dalam setiap masakan di seluruh dunia. Lalu gula manakah yang dapat mempercepat pertumbuhan kanker?

Baca juga : Benarkah Kolang Kaling Bisa Obati Diabetes ?

“Dari penelitian, terlihat fruktosa memegang peranan penting dalam proses pembesaran dibanding dengan glukosa. Fruktosa juga menunjukkan peranan penting dalam pertumbuhan tumor,” ungkap Cohen.

Penelitian ini sendiri menggunakan tikus yang sudah beresiko 30 persen menderita kanker payudara. Setelah itu, tikus ini diberikan asupan gula sebanyak standar orang Amerika dalam sehari, yaitu sekitar 36 gram. Namun gula yang diberikan memiliki perbedaan antara bagian glukosa dan sukrosa.

Hasilnya cukup mengejutkan, karena setelah tikus berumur 6 tahun, kanker payudara yang diprediksi ternyata terjadi. Tikus yang diberi konsumsi fruktosa berlebih ternyata memiliki tumor dengan ukuran yang lebih besar. Tentunya penelitian ini tidak dapat menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh manusia.

“Kita butuh glukosa, kita butuh gula. Gula sendiri merupakan sumber energi yang dibutuhkan untuk hidup. Namun yang menjadi penyebab utamanya adalah konsumsi gula yang berlebihan,” ujar Cohlen.

Salah satu cara menghindarinya adalah menerapkan gaya hidup yang sehat, dengan mengontrol konsumsi gula dengan baik. Mengganti gula dengan buah-buahan juga menjadi cara yang baik untuk mencukupi asupan gula. Sehingga resiko kanker nantinya dapat ditekan dengan gaya hidup yang tidak mengonsumsi gula secara berlebihan. (bens – sisidunia.com)