Home » News » Rizieq Ingin Lebih Lama Tinggal di Luar Negeri

Rizieq Ingin Lebih Lama Tinggal di Luar Negeri



Jakarta –  Rizieq Shihab, Imam besar Front Pembela Islam (FPI), berencana menambah waktunya tinggal di luar negeri.

Rizieq Inngin Lebih Lama Tinggal di Luar Negeri

Rizieq Shihab

“Ada rencana kita akan long stay atau akan perpanjang visa. Nanti sedang ada yang mengurus,” kata Sugito Atmo Prawiro, kuasa hukum dari Rizieq Shihab, Minggu, (4/5/2017).

Dalam pernyataannya, Rizieq mengaku benar-benar kecewa dengan status tersangka dirinya atas kasus pornografi bersama seorang perempuan bernama Firza Husein.

Baca Juga : Polisi Berhasil Tangkap Salah Seorang Pengeroyok Remaja di Bandung

Riziq pun menduga ada skenario pemerintah terhadap dirinya. Lantaran ia kerap mengkritik mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang kini dipenjara atas kasus penodaan agama.

“Ada campur tangan tersembunyi dari orang kuat,” kata Sugito.

“Pulangnya bisa aja nanti setelah Pilpres. Ya kalau misalnya setelah pilpres dan Jokowi enggak jadi presiden, polisi bisa lebih netral,” katanya.

Seorang perempuan bernama Firza merupakan tersangka kasus pornografi bersama Husein Muhammad Rizieq Shihab  . Rizieq saat ini telah ada di list Daftar Pencarian Orang (DPO).

Petinggi FPI ini dikenakan Pasal 4 Ayat 1 Juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 Juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 Juncto Pasal 35 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi.

Pasal 4 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi itu berbunyi, “Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi”.

Sementara itu, Pasal 6 Undang Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi berbunyi “Setiap orang dilarang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), kecuali yang diberi kewenangan oleh peraturan perundang-undangan.”

Kemudian, Pasal 9 Undang Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi berbunyi, “Setiap orang dilarang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi.”

(seph – sisidunia.com)