Home » News » Polisi Berhasil Ringkus Dua Tersangka Persekusi di Jaktim

Polisi Berhasil Ringkus Dua Tersangka Persekusi di Jaktim



Jakarta- Pelaku persekusi berinisial AM (22) dan M (57) resmi ditetapkan Penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus persekusi terhadap anak di bawah umur. Keduanya merupakan tetangga korban yakni warga Cipinang Muara, Jakarta Timur.

Polisi Menangkap 3 Orang Ketika Mesum di Tempat Karaoke

Gambar ilustrasi

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya Kombes Hendy F Kurniawan mengungkapkan, ada kemungkinan tersangka persekusi yang dilakukan oknum anggota Front Pembela Islam (FPI) itu bertambah, mengingat orang yang ada dalam video tersebut lebih dari dua orang.

Baca juga : Ibu Rumah Tangga di Jakarta Timur Tewas Akibat Tabung Gas Bocor

“Iya (tersangka kemungkinan bertambah). Untuk pelaku-pelaku yang lain, sudah kita bagi tim untuk mendalami,” ungkap Hendy di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Hendy menjelaskan, saat ini penyidik sedang mendalami dugaan adanya pelaku lain. Bila kemudian terbukti ada pelaku lain, ia berharap jajarannya dapat segera menangkapnya.

“Ini masih kita dalami, kita dalami pemeriksaan, mudah-mudahan dalam waktu singkat, kita bisa melakukan penangkapan (yang mengkoordinir tindakan persekusi),” ujar Hendy.

Polisi juga tengah mendalami motif pelaku dan dugaannya diperintah oleh pimpinan mereka karena merasa tersinggung dengan postingan korban.

“Ada asumsi-asumsi penyidik, pasti kita bangun. Dan sekarang kita lagi berupaya pembuktian (apakah diperintahkan pimpinannya atau tidak),” pungkasnya.

Sebelumnya, telah beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang remaja sedang dipersekusi atau pemburuan orang dengan sewenang-wenang setelah ditangkap oleh sekelompok orang yang diduga oknum FPI.

Remaja tersebut diketahui Putra Mario Alvian (15). Ia diinterogasi setelah menulis status di Facebook yang dianggap menghina Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab.

Dalam video berdurasi 2 menit 19 detik itu, remaja tersebut dikelilingi sekelompok orang di dalam satu ruangan. Korban juga diminta membacakan permintaan maaf kepada umat Islam atas perbuatannya sambil direkam. (bens – sisidunia.com)