Home » News » Polres Pasuruan Gelar Razia Miras Ilegal Selama Ramadan

Polres Pasuruan Gelar Razia Miras Ilegal Selama Ramadan



Pasuruan – Polres Pasuruan menggelar razia peredaran minuman keras (miras) ilegal yang dijual dikawasan pemukiman warga. Razia tersebut dilakukan untuk menjaga kondusifitas wilayah selama bulan Ramadan dalam rangka Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Semeru 2017.

Polres Pasuruan Gelar Razia Miras Ilegal Selama Ramadan

Ilustrasi

Ratusan botol miras ini diamankan dari lima kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Selain barang bukti miras, tiga orang penjual miras juga telah diamankan di Mapolsek untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Beberapa jenis miras tersebut diantaranya, Mc Donald, Vodka, Topi Miring dan arak.

Baca juga : Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bibit Lobster di Bandara Adisutjipto

Kapolres Pasuruan, AKBP M Aldian mengungkapkan, Operasi Pekat ini telah dilakukan secara berkala. Namun selama bulan Ramadan, razia ini terus ditingkatkan disemua wilayah hukum Polres Pasuruan.

“Operasi Pekat ini juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Sehingga gangguan ketertiban di masyarakat bisa diantisipasi sejak dini,” kata Aldian, Rabu (31/5/2017).

Aldian menambahkan, pada Operasi Pekat Semeru 2017 dari lima Polsek berhasil merazia sekitar 150 botol miras dari pedagang yang tidak memiliki izin penjualan. Ratusan botol yang menjadi barang bukti tersebut berasal dari Polsek Purwosari, Polsek Nongkojajar, Polsek Winongan, Polsek Tosari dan Polsek Puspo.

“Semua jajaran Polsek secara serentak dan terus menerus melakukan razia dan penertiban peredaran miras di masyarakat. Razia ini tidak hanya dilakukan pada bulan Ramadan saja, tetapi terus dilakukan setiap saat,” sambungnya.

Pihaknya berharap dan menghimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban lingkungan. Masyarakat diminta untuk tidak segan dan segera melapor kepada petugas polisi jika mengetahui gelagat mencurigakan yang mengarah pada tindak kejahatan dilingkungan sekitarnya.

“Informasi dari masyarakat ini sangat membantu petugas dalam menjaga ketertiban umum dan mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan. Masyarakat harus terlibat aktif untuk mengamankan lingkungan sekitarnya,” tandas Aldian.

(bens – sisidunia.com)