Home » News » Pemkot Padang Berupaya Merintis Sekolah Hanya Sekali Masuk Pagi

Pemkot Padang Berupaya Merintis Sekolah Hanya Sekali Masuk Pagi



Jakarta – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, mengupayakan merintis model sekolah untuk SD hingga SMP dengan kegiatan belajar di dalam kelas hanya satu kali masuk pagi. Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, dengan masuk sekali diharapkan kegiatan belajar-mengajar bisa lebih efektif.

Pemkot Padang Berupaya Merintis Sekolah Hanya Sekali Masuk Pagi

Ilustrasi

Sedangkan waktu tersisa siang hingga sore diisi dengan kegiatan ekstrakurikuler dengan beberapa pilihan yang tetap berlangsung di sekolah, ujarnya. Saat ini di Kota Padang para siswa masuk kelas dua kali pagi dan masuk lagi mulai siang.

Dengan hanya satu kali masuk kelas maka ada waktu bagi para pelajar untuk mengikuti kegiatan yang sesuai bakat dan minat pada ekstra kurikuler. Dengan sistem pengajaran tatap muka dari pagi hingga siang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ekstrakurikuler atau les keterampilan dapat mempercepat peningkatan kualitas siswa.

“Mungkin saja dengan suasana gerah, mengantuk dapat mengganggu konsentrasi belajar dan menangkap materi pelajaran di dalam kelas,” ucapnya.

Selain itu saat pulang sore akan kelelahan dan sulit belajar saat malam. Untuk itu dia akan mengarahkan dinas pendidikan untuk mengatur sekolah menjadi satu kali masuk saja.

“Bila perlu menambah gedung dan sarana akan kami bantu,” ujar dia.

Dia berharap kepada kepala sekolah khususnya yang masih menerima dua sif dapat segera mengintegrasikan menjadi satu sif. “Selain menjadikan satu sif diharapkan semua sekolah memiliki tempat ibadah dan kamar mandi yang representatif,” imbuhnya.

Kemudian dia juga mengimbau pendidik untuk konsisten dalam mengajar dan memiliki prinsip untuk memajukan.

Sementara itu salah satu guru SD di Padang Yulianti mengatakan banyak manfaat dengan sekolah satu sif salah satunya bisa dikontrol pergaulannya.

Dalam hal ini orangtua dan guru bisa berkoordinasi, saat anaknya pulang sekolah dapat dipantau.

Akan tetapi kata dia, dua, atau satu sif sekolah bergantung pada gedung dan sarana lainnya. (bens – sisidunia.com)