Home » News » PT TransJ Akan Pasang Metal Detektor di Beberapa Halte

PT TransJ Akan Pasang Metal Detektor di Beberapa Halte



Jakarta – Akibat ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, PT Transjakarta akan memasang metal detector di beberapa titik Halte Transjakarta.

PT TransJ Akan Pasang Metal Detektor di Beberapa Halte

halte Trans Jakarta di Kampung Melayu

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono menjelaskan telah menyiapkan alat metal detector di beberapa Shelter Bus Way yang ada di Jakarta. Dirinya bahkan menargetkan pemasangan alat itu akan dimulai pada minggu depan.

Baca juga : Sebuah Mobil Tabrak Pengendara Motor Dan Pejalan Kaki di Indramayu

“Kami sudah siapkan. Jadi metal detector ini memang kita akan buat. Walaupun mungkin untuk seluruhnya jalan itu bertahap. Jadi kita akan lihat nanti progresnya. Kami harapkan untuk minggu depan udah mulai jalan dengan metal detector,” kata Budi di Halte Transjakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur, Minggu (28/5/2017).

Dalam dua ledakan yang terjadi di Terminal Kampung Melayu memang salah satu ledakannya terjadi di dekat Halte Transjakarta Kampung Melayu. Sehingga, operasi dari Shelter Bus Way itu diberhentikan, dan akan mulai beroperasi esok hari.

Tak hanya Metal Detector, Budi menyatakan juga akan memaksimalkan fungsi dari kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV). Mengingat, ketika teror bom Kampung Melayu, polisi terbantu dengan adanya rekaman kamera pengawas Halte Transjakarta.

“Total kita ada 238 halte dan CCTV kita itu ada lebih dari 1.500. Jadi sebetulnya itu sangat efektif. Dan kami operate control room kami itu mempekerjakan sekitar 300 orang. Jadi itu nanti akan lebih fokus untuk memperhatikan setiap CCTV,” jelas Budi.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menekankan alat Metal Detector tidak akan dipasang di seluruh Halte Transjakarta. Hanya di lokasi yang strategis dan pusat aktivitas masyarakat.

“Metal detector itu di beberapa lokasi yang strategis, tidak semua,” ujar Djarot kesempatan yang sama.

Namun, politikus PDIP itu masih enggan memaparkan lebih dalam mengenai pemasangan alat tersebut. “Itu akan rancang nanti. Tidak boleh disampaikan sekarang,” ujar Djarot.

Sekadar diketahui, dari dua ledakan yang berintensitas sedang dan besar ini setidaknya memakan 16 orang menjadi korban. Lima di antaranya meninggal dunia, dan sisanya mengalami luka-luka.

Dari lima orang yang meninggal, tiga orang di antaranya merupakan polisi yang gugur saat bertugas mengamankan pawai obor warga. Dan dua di antaranya merupakan ‘bomber’ atau pelaku bom.

Kedua pelaku ini merupakan sel-sel Jaringan Jamaah Anshar Daulah (JAD) yang terafiliasi oleh kelompok teroris ISIS. (bens – sisidunia.com)