Home » News » Ahok Cabut Banding Dan Memilih Menjnalani Hukuman Dengan Ikhlas

Ahok Cabut Banding Dan Memilih Menjnalani Hukuman Dengan Ikhlas



Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memilih menjalani hukuman pidana penjara selama 2 tahun. Vonis itu dijatuhkan kepada Ahok, yang dinilai majelis hakim terbukti melakukan penodaan agama.

Ahok Cabut Banding Dan Memilih Menjnalani Hukuman Dengan Ikhlas

Basuki Tjahaja Purnama

Sebelumnya, pada September 2016 dalam sebuah kunjungan di Kepulauan Seribu, Ahok dituding menodai Surat Al-Maidah ayat 51. Ahok pun menjalani persidangan hingga akhirnya ketok palu hakim pada 9 Mei 2017 menyatakan Ahok terbukti bersalah.

Baca juga : Proses Hukum Rizieq Dan Al Khaththath Terus Berjalan

Hukuman 2 tahun penjara menantinya. Ahok pun sempat berunding dengan tim kuasa hukum hingga akhirnya tercetus mengajukan banding. Ahok tak serta-merta bebas karena majelis hakim memerintahkan agar Ahok ditahan.

Sempat hendak menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur, akhirnya Ahok dipindahkan dan mendekam di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Dari balik jeruji besi, Ahok mendapat banyak kunjungan, terutama dari tandemnya, Djarot Saiful Hidayat, yang kini menjadi Plt Gubernur DKI Jakarta.

Lalu di suatu siang, Djarot menjenguk Ahok. Namun Djarot tidak sendirian karena ada Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah. Dari pertemuan itulah Saefullah menyebut Ahok telah menyiapkan diri menjalani vonis yang dijatuhkan kepadanya.

“Dia (Ahok) bilang sudah menyiapkan hatinya 2 tahun di situ (penjara). Sempat keluar ungkapan seperti itu,” tutur Saefullah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (16/5/2017).

Hari berlalu dan pada akhirnya tim kuasa hukum Ahok bersepakat memasukkan memori banding ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara pada Senin (22/5/2017). Salah satu anggota tim kuasa hukum Ahok, I Wayan Sudirta, mengatakan saat itu tanda terima banding sudah dikantongi.

Namun tiba-tiba istri Ahok, Veronica Tan, muncul bersama adik Ahok, Fifi Lety Indra. Mereka menyampaikan pengajuan banding itu dicabut. Pencabutan banding ini dilakukan setelah tim pengacara Ahok datang ke PN Jakarta Utara, yang bertempat di gedung eks PN Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat.

“Intinya, ada dua kejadian. Satu, sudah menyerahkan memori banding sudah masuk di berkas. Kemudian setelah itu keluarga memutuskan setelah berdiskusi dengan kami, keluarga memutuskan mencabut. Kita hargai keputusan itu, kita dampingi,” ujar Sudirta.

Selepas itu, Fifi mengaku akan menyampaikan alasan pencabutan banding itu pada Selasa (23/5/2017). “Besok kami akan menyampaikan alasannya pukul 12.00 WIB siang, menceritakan alasan kenapa keluarga akhirnya memutuskan untuk mencabut banding ini,” tutur Fifi.

Majelis hakim dalam sidang 9 Mei sebelumnya menyatakan Ahok terbukti bersalah melakukan penodaan agama karena pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Kalimat Ahok yang dinyatakan menodai agama adalah: “Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak-Ibu nggak bisa pilih saya ya kan? dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak Bapak-Ibu ya. Jadi kalau Bapak-Ibu perasaan nggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, nggak apa-apa.”

“Dari ucapan tersebut, terdakwa telah menganggap Surat Al-Maidah adalah alat untuk membohongi umat atau masyarakat atau Surat Al-Maidah 51 sebagai sumber kebohongan dan dengan adanya anggapan demikian, maka menurut pengadilan, terdakwa telah merendahkan dan menghina Surat Al-Maidah ayat 51,” ucap hakim dalam pertimbangan hukum.

(bens – sisidunia.com)