Home » News » Tempat Yang Dijadikan Pesta Kaum Homo Banyak Sampah Kondom di Pulo Gadung

Tempat Yang Dijadikan Pesta Kaum Homo Banyak Sampah Kondom di Pulo Gadung



Jakarta – Banyak ditemukan sampah alat kontrasepsi pria atau kondom di depan tempat fitnes yang dijadikan pesta kaum homoseksual atau gay bertemakan ‘The Wild One’. Pesta yang digelar di Ruko 15-16 ‎Kokan Permata Jalan Boulevard Bukit Gading Raya Blok B Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, digerebek polisi, semalam.

Tempat Yang Dijadikan Pesta Kamu Homo Banyak Sampah Kondom di Pulo Gadung

Ilustrasi

Berdasarkan penelusuran, Senin (22/5/2017) di tempat sampah depan ruko tersebut, ternyata sampah kondom pria bekas pakai berwarna merah berserakan. Alat kontrasepsi itu berada di bawah tumpukan sampah bekas makanan dan minuman.

Baca juga : Pertikaian Dua Jukir, Satu Mengalami Luka-luka

Lokasi tempat sampah itu memang tidak berada jauh dari pesta kaum homo. Setidaknya kurang lebih 100 meter dari lokasi itu.

Berdasarkan keterangan karyawan Kas Ekspress, Fahtullah di tempat sampah ini memang sering menjadi pembuangan alat kontrasepsi bekas para kaum gay yang berkunjung di ruko tersebut.

Fahtullah sendiri memang berkantor di sebelah tempat fitnes yang menjadi lokasi pesta gay di Ruko 15-16 ‎Kokan Permata Jalan Boulevard Bukit Gading Raya Blok B Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.

“Kita kan memang sering parkir sekitaran sini banyak sih memang ‘pelumas’ gitu,” ujar Fahtullah kepada awak media di lokasi, Jakarta, Senin (22/5/2017).

Dalam kasus ini, ‎Polres Metro Jakarta Utara telah menetapkan sepuluh orang tersangka dalam kasus pesta gay ‘The Wild One’. Kesepuluh tersangka itu merupakan empat pengelola usaha ‎Atlantis yang berkedok tempat fitnes, empat orang penari striptis dan dua orang pengunjung yang ditangkap menari striptis bersama pelaku lainnya.

Para tersangka dijerat dengan ‎UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman kurungan selama 10 tahun penjara. Untuk penyedia lokasi dengan undang-undang yang sama namun dijerat Pasal 4 ayat 2 dengan hukuman enam tahun penjara. (bens – sisidunia.com)