Home » News » Berniat Menolong Orang Menyebrang Rel, Pria di Jember Ini Tertabrak KA

Berniat Menolong Orang Menyebrang Rel, Pria di Jember Ini Tertabrak KA



Jember – Seorang warga Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang Udik Yuliawan (43) menjadi korban tertabrak Kereta Api dari stasiun Baru Banyuwangi menuju ke Stasiun Jember, Kamis (18/5/2017) siang.

Berniat Menolong Orang Menyebrang Rel, Pria di Jember Ini Tertabrak KA

Pria yang Hendak menolong orang menyebrang rel

Tak hanya Udik yang menjadi korban, penyebrang rel yang belum diketahui namanya juga menjadi korban dan keduanya meninggal di lokasi kejadian.

Baca juga : Dijanjikan Jadi Pembersih Rumah, Remaja Putri Asal Afrika Dijadikan Budak Seks

Menurut penuturan teman kerja korban Suharto, saat itu Udik bersama dengannya sedang duduk istirahat di depan kantor pelayanan instalasi listrik di kawasan Jalan PB. Sudirman.

“Saya bersama korban (Udik), sedang duduk santai istirahat, tiba-tiba terlihat ada bapak-bapak tua berniat untuk menyebrang rel. Tiba-tiba Udik berlari untuk menyelamatkan bapak-bapak tua itu, karena kereta yang datang dari arah utara sudah sangat dekat sekali,” ujar Suharto.

Namun naas, lanjut Suharto, karena jarak terlalu dekat, keduanya jadi korban tertabrak kereta api.

“Bapak tua itu didorong untuk diselamatkan, tapi terpental dan tertabrak kereta. Sedangkan posisi Udik tertabrak pas di tengah kereta, dan terseret kurang lebih sejauh lima meteran dari lokasi tertabraknya,” jelasnya.

Dilokasi kejadian warga pun langsung berkerumun untuk melihat kondisi korban. Keduanya sudah tidak berbentuk karena kerasnya tabrakan kereta api tersebut.
“Korbannya dipastikan ada dua orang, dan keduanya berjenis kelamin laki-laki,” ucap Kapolsek Patrang AKP Mahrobi Hasan kepada sejumlah wartawan.

Lanjut Mahrobi, namun pihaknya masih melakukan proses identifikasi korban. Kemudian untuk proses otopsi, katanya, kedua korban di bawa ke Rumah Sakit dr. Soebandi.

“Saat ini masih dilakukan proses identifikasi, dan otopsi. Korban dibawa ke RS Patrang (RS dr. Soebandi) untuk proses tersebut, sambil menunggu keluarga korban,” tuturnya.

(bens – sisidunia.com)