Home » News » Putri Mako Rela Lepas Status Kebangsawanan Demi Cinta

Putri Mako Rela Lepas Status Kebangsawanan Demi Cinta



Tokyo – Demi menikahi pria dari luar lingkungan kerajaan, cucu tertua Kaisar Akihito dari Jepang, Putri Mako, rela melepaskan status kebangsawanannya.

Putri Mako Rela Lepas Status Kebangsawanan Demi Cinta

Putri Mako

Perempuan berusia 25 tahun itu dikabarkan akan bertunangan dengan Kei Komuro, seorang karyawan sebuah firma hukum yang dikenalnya saat mereka menempuh studi pada 2012 di Universitas Kristen Internasional, Tokyo.

Ditanya soal rencana pertunangannya, Putri Mako enggan memberi pernyataan. “Sekarang bukan saatnya bagi saya untuk berkomentar, tapi saya ingin berbicara pada saat yang tepat.”

Hukum kerajaan Jepang menyebutkan bahwa seorang putri harus melepaskan status bangsawan setelah menikah dengan rakyat awam.

Keputusan Putri Mako tersebut diperkirakan bakal memicu perdebatan mengenai keluarga kerajaan.

Pada Agustus lalu, Kaisar Akihito mengisyaratkan bakal lengser. Saat itu dia mengatakan usianya menghalanginya untuk melakukan tugas-tugas.

Berdasarkan konstitusi Jepang, seorang kaisar tidak diperbolehkan memiliki kewenangan politik. Dengan demikian, apabila kaisar menyatakan secara blak-blakan bahwa dia hendak lengser akan dipandang sebagai campur tangan di ranah politik.

Lagipula, tiada aturan yang secara eksplisit mengatur soal pelengseran kaisar dalam undang-undang Jepang. Jika kaisar ingin turun takhta karena usia atau penyakit, perubahan dalam undang-undang harus diwujudkan.

“Tiada perubahan dalam meneruskan langkah-langkah untuk memastikan suksesi kekaisaran yang stabil,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, sebagaimana dikutip kantor berita Reuters.

Apabila Kaisar Akihito lengser, ada empat calon penerusnya dalam Takhta Seruni. Yakni putra Akihito, putra mahkota Pangeran Naruhito dan Pangeran Fumihito, Pangeran Hisahito (putra Fumihito), dan adik kaisar, Pangeran Masahito. (bens – sisidunia.com)