Home » News » Identifikasi KKP Menyebut Bangkai Hewan Raksasadi Maluku Seekor Paus

Identifikasi KKP Menyebut Bangkai Hewan Raksasadi Maluku Seekor Paus



Maluku – Bangkai yang diduga cumi-cumi raksasa di Laut Maluku telah diidentifikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hasil identifikasi menunjukkan bangkai tersebut bukan cumi-cumi raksasa, melainkan seekor paus.

Identifikasi KKP Menyebut Bangkai Hewan Raksasadi Maluku Seekor Paus

Bangkai raksasa di Maluku

“Untuk mendapatkan analisis yang lebih akurat, satu hari setelah penemuan bangkai, kami menugasi tiga peneliti ahli identifikasi ikan dari Balai Riset Perikanan Laut (BRPL) Muara Baru, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Jakarta ke lokasi di Ambon,” kata Kepala BRSDM KKP M Zulficar Mochtar, Kamis (18/5/2017).

Baca juga : Tidak Percaya Diri, Perempuan Asal Vietnam Berubah Cantik Bagai Bidadari

Tim peneliti KKP bersama pihak terkait telah melakukan pengecekan kondisi spesimen, pengukuran morfometrik, dan sampling biologi. Hasil identifikasi bangkai itu termasuk kelompok paus (whale) pemakan plankton (plankton feeder), bukan cumi-cumi atau gurita, atau lainnya. Spesies paus diharapkan akan dapat ditentukan dari hasil analisis genetik (DNA barcoding) yang akan dilakukan kemudian di Jakarta.

“Kami melakukan identifikasi berdasarkan ciri-ciri umum yang dapat terlihat pada spesimen, dan dihubungkan secara langsung pada kelompok-kelompok hewan yang dicurigai, yaitu kelompok ikan, cumi-cumi, gurita, cucut, dan marine mammals,” kata anggota tim peneliti BRPL KKP, Suwarso.

“Tidak ditemukan adanya sisik dan ciri lain dari kelompok ikan, juga tidak ada tentakel (lengan) dan ‘internal shells’ yang merupakan ciri hewan lunak (di antaranya gurita dan cucut), demikian juga tidak adanya ciri hiu, yang memiliki tulang dari tulang rawan. Dari hal tersebut, spesimen ini lebih dekat termasuk dalam kelompok mamalia, yaitu paus,” sambungnya.

Anggota tim peneliti BRPL KKP, Suprapto, menambahkan identifikasi menyimpulkan bangkai itu merupakan paus karena ditemukan adanya tulang dan tulang belakang. Dari bangkai itu juga ditemukan bagian rahang beserta alat penyaring air laut.

“Beberapa ciri yang menguatkan identifikasi sebagai paus di antaranya ditemuinya tulang dan tulang belakang (vertebrae), ekor bercagak dan mendatar, juga bentuk-bentuk yang diduga merupakan bagian rahang (atas dan bawah) beserta alat penyaring air laut untuk menyaring plankton,” imbuh Suprapto.

Saat ini, bangkai tersebut telah dikuburkan karena mencemari lingkungan dan menimbulkan bau tidak sedap. Penguburan bangkai itu dilakukan pada Minggu (14/5) dengan bantuan masyarakat setempat dan TNI-Polri.

Dengan demikian, sudah jelas bangkai yang diduga cumi raksasa itu merupakan bangkai paus. Hanya, untuk spesies dan genusnya masih menunggu identifikasi dari analisis genetik.

Sebelumnya diberitakan bangkai hewan raksasa ditemukan di pesisir Dusun Hulung, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, pada Selasa (9/5) malam. Warga setempat menduga bangkai hewan itu merupakan cumi-cumi raksasa.

Diduga hewan itu mati lebih dari seminggu. Dari pemeriksaan awal, bangkai hewan raksasa itu memiliki panjang 22 meter dan lebar 8 meter. (bens – sisidunia.com)