Home » News » 5 Mahasiswa Unila Cetuskan Program BOM PASSION

5 Mahasiswa Unila Cetuskan Program BOM PASSION



Jakarta – Malaria merupakan penyakit yang menyebar melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi parasit. Hingga kini, malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok berisiko tinggi, seperti bayi, anak balita, maupun ibu hamil.

5 Mahasiswa Unila Cetuskan Program BOM PASSION

Ilustrasi nymauk malaria

Malaria jarang sekali menular secara langsung, dari satu orang ke orang lainnya. Tetapi Anda harus berhati-hati karena penyakit ini bisa menular jika terjadi kontak langsung dengan darah penderita. Bayi di dalam kandungan pun juga bisa terinfeksi malaria karena tertular dari darah sang ibu.

Baca juga : Jelang Ramadhan, Satpol PP dan PPNS Menjaga Ketertiban Stasiun Tanah Abang

Indonesia bersama negara-negara lain di seluruh dunia bergabung dalam sebuah kerjasama global yang dinamai Millenium Development Goals (MDGs) untuk memberantas sejumlah penyakit, salah satunya malaria.

Angka kejadian malaria pada suatu wilayah ditentukan dengan Annual Parasite Incidence (API) per tahun. API sendiri merupakan jumlah kasus positif malaria per 1.000 penduduk setiap tahunnya.

Program dunia ini mengalami penurunan sejak 2011 hingga 2015. Pada tahun 2011, terdapat 1.75 kasus malaria per 1.000 penduduk, sedangkan pada tahun 2015, angka menurun menjadi 0.85 kasus malaria per 1.000 penduduk.

Meskipun telah mengalami penurunan yang cukup pesat, negara kita masih dibilang belum bebas dari malaria, terutama di wilayah-wilayah seperti Papua, NTT, Maluku, Lampung, dan Bengkulu yang merupakan penyumbang terbanyak kasus malaria di Indonesia.

Ada banyak upaya pencegahan maupun penyembuhan lainnya yang sudah dicoba untuk mengurangi angka kejadian malaria. Hanya saja, upaya tersebut masih dinilai kurang efektif karena pelaksanaannya yang tidak sistematis dan konsisten.

Ditambah lagi dengan kebersihan lingkungan yang buruk, kurangnya penggunaan kelambu saat tidur dan pemberantasan jentik nyamuk serta meningkatnya kecenderungan masyarakat yang merasa bosan terhadap metode pencegahan yang terlalu monoton. Sehingga semangat masyarakat menjadi semakin berkurang.

Oleh karena itu, lima mahasiswa Universitas Lampung mencari solusi yang tepat dengan menciptakan sebuah program cerdas sebagai solusi optimalisasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan pemberantasan malaria yang kini masih menjadi masalah kesehatan khususnya di Indonesia.

Angga Hendro Priyono, Muhammad Yogi Maryadi, Achmad Agus Purwanto, Rizky Arif Prasetyo, dan Isma Fadlilatus Sa’diyah di bawah bimbingan Dr. Dyah Wulan SRW, SKM., M.Kes, merupakan lima mahasiswa yang mencetuskan Program “BOM PASSION” (Bank for Malaria Eradication: Program Cerdas Berbasis 5 Tingkat Pencegahan) sebagai Solusi Optimalisasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Eradikasi Malaria.

Program ini terdiri dari pembentukan Agen Bank for Malaria Eradication (BOM), pelatihan, simulasi, sharing, dan evaluasi seputar penyakit malaria sebagai media pembelajaran dan praktek yang efektif bagi masyarakat yang tergabung dalam anggota serta perjalanan program BOM dengan menerapkan prinsip 5 Level Prevention antara lain Health Promotion (Peningkatan Kesehatan), General and Specific Protection (Perlindungan Khusus), Early Diagnosis and Prompt Treatment (Deteksi Dini), Disability Limitation (Pengobatan dan Tindakan) dan Rehabilitation (Pemulihan).

Dalam pelaksanaannya, juga dilakukan pelatihan dan pendalaman program deposit bank sampah, pemakaian dan penggunaan kelambu, budidaya ikan nila, dan pelatihan keterampilan pembuatan sediaan apusan darah tepi.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk mengikuti pengenalan dan pendekatan materi mengenai malaria. Selanjutnya kami memilih tiga puluh dari seluruh masyarakat yang mampu dan berkenan menjadi Anggota BOM, termasuk di dalamnya warga yang direkomendasikan kepala desa. Dalam kegiatan ini, kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran sebagai instansi yang menaungi kesehatan di Kabupaten Pesawaran,” jelas Angga Hendro Proyono selaku Ketua Tim PKM Universitas Lampung.

Di samping itu, Fathonah selaku Kepala Desa Sukajaya Lempasing, memberikan apresiasinya dengan adanya inovasi program baru ini. “Program BOM dari mahasiswa ini sangat positif sekali ya, apalagi desa kami kasus malarianya masih tinggi. Kami diajarkan cara membuat dan mengelola program bank sampah, terus pelatihan pembuatan apusan darah, ada lagi pembudidayaan ikan, penggunaan kelambu, dan lainnya. Jadi dengan program yang diberikan adik-adik ini kami jadi bisa membuat penanganan awal untuk kasus malaria tentunya,” jelas Bu Fathonah.

Selain itu diharapkan dari program ini segera membentuk kader masyarakat yang mampu melakukan pemberantasan malaria, menurunkan angka kejadian malaria, dan bisa menjadi inspirasi wilayah dengan endemis malaria lainnya untuk manjalankan program BOM Passion demi terciptanya derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. (bens – sisidunia.com)