Home » News » Selain Pemecatan, Petugas Lapas Yang Terlibat Praktik Suap Akan Diproses Hukum

Selain Pemecatan, Petugas Lapas Yang Terlibat Praktik Suap Akan Diproses Hukum



Jakarta – Direktur Jenderal Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Widodo Ekatjahtjana, menegaskan bahwa tidak boleh ada kasus suap-menyuap di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Selain Pemecatan, Petugas Lapas Yang Terlibat Praktik Suap Akan Diproses Hukum

Gambar ilustrasi

Pasalnya, hal tersebut bisa mengakibatkan kericuhan hingga larinya para warga binaan seperti di Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, beberapa waktu lalu.

Baca juga : Janji Kampanye, Putra Amien Rais Tagih Penolakan Reklamasi Teluk Jakarta

“Pak Menteri sudah sangat tegas, jika terkena kasus itu (suap-menyuap) langsung dipecat,” kata Widodo saat meninjau Lapas Kelas IIA Kota Yogyakarta, Rabu (17/5/2017).

Widodo juga mengatakan, Selain pemecatan, oknum penjaga, sipir, atau petugas lapas yang terlibat praktik suap-menyuap akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. Hukuman pidana akan diterapkan untuk memberi efek jera bagi petugas yang melakukan hal tersebut.

Lapas yang familier dengan nama Wirogunan Yogyakarta itu berkapasitas 470 warga binaan. Saat ini sebanyak 458 di antaranya masih menjalani masa hukuman di sana.

Warga binaan di Lapas Wirogunan terlibat kasus beragam, mulai kriminal umum seperti pencurian, penipuan, hingga pembunuhan. Bahkan, kasus korupsi juga menjalani masa hukuman di tempat ini.

“Kecuali kasus narkoba, karena lapas narkoba sudah ada di Pakem, Sleman,” jelas Kepala Lapas Wirogunan, Suherman.

Ia menjelaskan, di sana ada 118 warga binaan perempuan. Termasuk terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso, yang masih menanti eksekusi.

Setiap lapas, kata dia, pasti ada gejolak yang terjadi, namun bisa diatasi dengan bijak. Jumlah pegawai yang bertugas di sana diketahui sebanyak 134 orang.

Dari jumlah itu terbagi menjadi beberapa bagian, misal pada administrasi maupun penjaga atau sipir. Khusus untuk sipir ada sebanyak 70-an orang yang dibagi menjadi beberapa giliran jaga.

“Ada regu masing-masing 24, juga ada back-up dengan kepolisian maupun tentara,” ujarnya.

Terkait isu banyaknya suap kepada petugas, dia menegaskan tidak terjadi di Lapas Wirogunan. Pihaknya akan memberi sanksi tegas jika ada sipir yang terlibat kasus tersebut. (bens – sisidunia.com)