sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Tangkal Serangan Siber, Badan Siber Nasional Akan Segera Dibentuk

Tangkal Serangan Siber, Badan Siber Nasional Akan Segera Dibentuk



Jakarta – Badan Siber Nasional (Basinas) perlu disahkan oleh Presiden RI Jokowi lantaran keperluannya agar segera menangani keamanan digital di Indonesia. Seperti diketahui, beberapa waktu belakangan ini muncul serangan ransomware yang menarget negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

Tangkal Serangan Siber, Badan Siber Nasional Akan Segera Dibentuk

Ilustrasi Hacker

Desk Ketahanan dan Keamanan Informasi Cyber Nasional Irvan Nasrun mengatakan, badan siber nasional ini bisa seperti tentara atau polisi siber.

Baca juga : Inilah Langkah Aman Agar Terhindar Dari Ransomeware WannaCry

“Kita merasa aman, ke depan akan menciptakan rasa aman berinternet. Transaksi internet aman, perbankan aman. Semuanya itu akan terasa nyaman,” kata Irvan.

Basinas nantinya memayungi badan siber yang telah ada, termasuk Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) dan juga cyber security di polisi, cyber intelligent di BIN, cyber defence di Kemhan serta cyber war di TNI.

Irvan lebih lanjut mengatakan, peresmian Basinas menunggu ketok palu Presiden RI Jokowi. Sehingga, sampai saat ini masih diproses di Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Noor Iza mengakui, dengan adanya kejadian seperti peretasan atau ancaman siber ini, maka mendorong pembentukan Basinas. “Dalam proses penyelesaian, dengan adanya hal ini, memperkuat image untuk dibentuknya Basinas,” kata Noor Iza.

Diketahui sebelumnya, ransomware WannaCry ramai dibicarakan beberapa hari terakhir. Noor Iza menampik kabar bahwa yang terinfeksi WannaCry hanya satu instansi saja.

“Yang terinfeksi itu hanya Rumah Sakit Dharmais saja pada Sabtu kemarin, kita langsung diminta untuk atasin ini sama Pak Menteri Kominfo. Ternyata ini sudah menyebar di beberapa negara, kita harus bergerak cepat,” ujarnya.

(bens – sisidunia.com)