Home » News » Ditipu Pilot Gadungan, PNS Indramayu Rugi Rp800 Juta

Ditipu Pilot Gadungan, PNS Indramayu Rugi Rp800 Juta



Indramayu – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial AN (24) asal Indramayu ditipu oleh pilot gadungan yang mengaku Wily Firmansyah. AN mengalami kerugian mencapai Rp800 juta lantaran dijanjikan akan dinikahi.

Ditipu Pilot Gadungan, PNS Indramayu Rugi Rp800 Juta

Ilustrasi

Kejadian tersebut berawal dari perkenalan AN dengan pelaku yang menggunakan akun palsu di Facebook dengan nama Wily Firmansyah pada 13 Februari 2017 lalu.

Baca juga : Ujian Nasional, Enam Siswa Ini Kerjakan di Dalam Lapas

Polres Indramayu akhirnya menangkap pilot Garuda gadungan TH (34) asal Kelurahan Kotawetan, Kecamatan Sukaregang, Kabupaten Garut yang mengaku sebagai Wily Firmasyah. Polisi juga menangkap ADR alias Boy alias Geheng (35) warga Desa Cipatujah, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Kapolres Indramayu, AKBP Eko Sulistyo Basuki, saat berkenalan pelaku mengaku kepada korban sebagai COP Pilot yang bekerja di PT Garuda. Untuk meyakinkan pelaku, Wily mengatakan tinggal di Banda Aceh, yang berasal dari Batam.

Pelaku juga mengaku sudah tidak memiliki kedua orangtua dan tak mempunyai saudara. Selanjutnya, antara pelaku dan korban menjalin hubungan atau pacaran. Untuk meyakinkan pacarnya, Wily menyuruh temannya ADR alias Boy alias Geheng untuk menelefon korban mengaku bernama Sandi Irawan dengan jabatan sebagai kepala bagian PT Garuda. Bahkan, ada dua orang lagi temannya yang mengaku juga sebagai kepala cabang PT Garuda dan sekretarisnya.

“Kemudian, pelaku pun merayu korban akan menikahinya dengan meminta sejumlah uang kepada korban dengan alasan untuk pengurusan pajak, klaim asuransi, pengajuan mutasi ke Jawa Barat, selamatan keluarga, dan lain-lain. Akhirnya, korban memberikan uang sejumlah Rp800 juta kepada pelaku,” katanya, Selasa (16/5/2017).

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 45A Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 378 KUHPidana Jo Pasal 372 KUHPidana.

“Kasus ini masih kami dalami untuk bisa mengungkap pelaku lainnya,” tegasnya.

Pelaku kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres setempat. Polisi menyita barang bukti berupa Honda Jazz dan Hyundai Atoz. (bens – sisidunia.com)