sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Melakukan Perlawanan, Bandar Narkoba Ditembak Mati BNNP

Melakukan Perlawanan, Bandar Narkoba Ditembak Mati BNNP



Solo – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Brigjen Tri Agus Heru Prasetyo, menjelaskan alasan kenapa pihaknya terpaksa menembak mati bandar narkoba bernama Didit Murdwiyoko, warga RT 04 RW 03, Kepatihan Kulon, Jebres, Solo, Jawa Tengah.

Melakukan Perlawanan, Bandar Narkoba Ditembak Mati BNNP

Ilustrasi

Pasalnya saat hendak dilumpuhkan BNNP di kawasan Paulan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Didit melakukan perlawanan.

Baca juga : Polisi Bekuk Anggota BNN dan BPOM Gadungan Pemeras Apotek di Batam

“Kami terpaksa menembak tersangka. Karena saat diperingatkan dua kali tembakan, bukannya menyerah, tapi justru melawan petugas. Terpaksa petugas bertindak tegas dengan menembak tersangka hingga meninggal dunia,” papar Tri Agus Heru Prasetyo, dalam konferensi pers di RSUD Moewardi, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Minggu (14/5/2017) malam.

Menurut jenderal bintang satu ini, terungkapnya jaringan narkoba Soloraya berawal dari tertangkapnya kurir narkoba bernama Raden Aprianto sesaat turun dari bus di daerah Panlang Joglo di barat kampus Unisri.

Dari tangan sang kurir yang diketahui kaki tangan Didit, petugas mengamankan 500 gram narkotika jenis sabu di dalam tas yang dibawa Raden.

Saat diinterograsi, Raden pun bernyanyi. Raden menyebut bila barang haram yang dia peroleh berasal dari seorang narapidana yang saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan, bernama Dicky Albert alias Deki.

“Deki berasal dari Solo. Saat ini mendekam di LP Nusakambangan dan sudah menjalani hukuman selama 13 tahun sejak 2016,” jelasnya.

Setelah mendapatkan pengakuan dari Raden, petugas BNNP, ungkap Tri Agus Heru Prasetyo, langsung meluncur ke LP Nusakambangan untuk memeriksa Deki.

“Dari penggeledahan, ditemukan alat komunikasi berupa telefon genggam di sel tahanan Deki. Dengan telefon itulah, Deki mengendalikan peredaran narkotika di wilayah Surakarta,” terangnya.

Ia mengatakan, dari situlah BNNP mencium jaringan peredaran barang haram di wilayah Surakarta yang dikendalikan Didit.

Selain menghadirkan kurir narkoba dan Raden, BNNP juga memperlihatkan barang bukti 30 gram serta alat hisap sabu yang dibawa Didit. (bens – sisidunia.com)