sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Tim Kuasa Ahok Pelajari Berkas Banding

Tim Kuasa Ahok Pelajari Berkas Banding



Jakarta – Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengambil inisiatif untuk segera mempelajari berkas perkara (inzage) terkait upaya banding yang diajukan. Inzage dilakukan sebelum berkas perkara dikirim Pengadilan Negeri Jakarta Utara ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta.

Tim Kuasa Ahok Akan Ajukan Banding

Ahok dan tim Kuasa hukum

“Pengadilan itu harusnya mengirimkan surat ke kita. Kita diminta untuk memeriksa berkas selama satu minggu, tapi belum (ada suratnya). Walau belum, kita coba aktif menghubungi pengadilan,” ujar anggota tim pengacara Ahok, I Wayan Sudirta, Sabtu (13/5/2017).

Baca juga : Kapolres Tegal Pastikan Acara Seribu Lilin di Tegal Batal

Belum dikirimnya berkas perkara banding Ahok dari PN Jakut ke PT DKI membuat permohonan penangguhan penahanan Ahok belum dapat diproses. Pihak PT DKI menyatakan menunggu berkas tersebut untuk kemudian ditetapkan majelis hakim banding Ahok dan memproses penangguhan penahanan.

“Kita menanyakan bagaimana penangguhan penahanan, seharusnya bisa tanpa berkas. Tapi mereka (PT DKI) masih menunggu berkas, baru majelis hakim terbentuk. Kita akan mempercepat berkas ini (agar dikirimkan). Seharusnya kita memeriksa, inzage, di pengadilan, nanti kita runding sesama pengacara untuk (opsi) periksa di PT DKI yang diatur menurut KUHAP,” terang Wayan Sudirta.

Sebelumnya juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi menyatakan pihaknya menunggu kedatangan pemohon banding Ahok. Banding menurutnya diajukan pengacara Ahok dan jaksa penuntut umum.

“Berkas perkara naik banding sudah siap, sudah disusun. Semua berkas-berkas yang diperlukan untuk perkara banding semua sudah disiapkan, yang belum adalah pemohon banding belum datang untuk inzage,” kata Hasoloan dihubungi terpisah.

Diketahui, Majelis hakim yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto menyatakan Ahok terbukti bersalah melakukan penodaan agama yang ancaman pidananya diatur dalam Pasal 156a KUHP. Ahok pun divonis 2 tahun penjara dan kini ditahan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. (bens – sisidunia.com)