sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Pria Paruh Baya ini Dipukuli Hingga Babak Beluk Oleh Remaja Mabuk

Pria Paruh Baya ini Dipukuli Hingga Babak Beluk Oleh Remaja Mabuk



Tangerang Selatan – Yandi Kencana alias Andi, tega memukuli Suwarno (51), hingga babak belur. Hal tersebut dilakukannya usai menenggak beberapa minuman keras di warung pinggir Jalan Raya Maloko, Jatake, Pagedangan, Tangerang.

Pria Paruh Baya ini Dipukuli Hingga Babak Beluk Oleh Remaja Mabuk

Ilustrasi pemukulan

Berdasarkan informasi yang diperoleh, penganiayaan itu berlangsung saat korban sedang berada di bengkel tempatnya bekerja. Lalu tiba-tiba datang pelaku, dan spontan secara membabi-buta memukuli Suwarno.

Baca juga : Mucikari Dan PSK Sidokumpul Terjaring Razia Gabungan

Karena masih tak puas memukuli dengan tangan kosong, Yandi mengambil kursi di sekitar tempat kejadian perkara, dan menghajar tubuh korban berulang kali menggunakan kursi plastik tersebut.

Beruntung, kejadian tak berlangsung lama. Seorang saksi, Paijo (25), akhirnya melerai keributan itu. Selanjutnya, pelaku pun melarikan diri meninggalkan korban yang terluka di sekujur tubuhnya.

“Pelaku datang langsung memukuli korban, beruntung ada saksi di lokasi yang melerai. Korban mengalami luka di bagian tangan dan wajahnya,” terang Kapolsek Pagedangan, Kompol Army Sevtiansyah, Sabtu (13/5/2017).

Korban akhirnya mengadukan penganiayaan itu ke unit Reskrim Polsek Pagedangan, dengan Nomor laporan: LP/ 250/K/III/2017/Sek Pgd, tanggal 09 Mei 2017.

“Pelaku akhirnya bisa kita amankan, barang buktinya antara lain kursi plastik yang digunakan untuk penganiayaan. Motifnya, pelaku kesal kepada korban karena disuruh membayarkan tagihan minuman keras di warung,” imbuhnya.

Atas perbuatan yang dilakukannya, Yandi diancam Pasal 351 KUHP Tentang Penganiayaan, dengan ancaman kurungan 2 tahun 8 bulan hingga maksimal 5 tahun penjara. (bens – sisidunia.com)