sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » Hiburan » Kue Menenangkan Nia Ramadhani Selama Persalinan

Kue Menenangkan Nia Ramadhani Selama Persalinan



Jakarta – Untuk menghilangkan rasa gugup saat persalinan, berbagai macam cara pasti akan dilakukan para ibu. Begitu juga yang dilakukan oleh Nia Ramadhani ketiak melahirkan anak ke-3, Magika Zalardi Bakrie pada 10 Mei 2017.

Kue Menenangkan Nia Ramadhani Selama Persalinan

Nnia Ramadhani bersama anak ketiga dan Ardiansyah Bakrie

Bersama suami, Ardiansyah Bakrie, ia memutar pembicaraan seputar kue selama persalinan di ruang operasi. Meski menjalani bius lokal untuk operasi caesar dan tak merasakan sakit, Nia tetap merasa gugup dan membuat obrolan agar bisa tetap tenang.

Baca juga : Ini Cerita Luna Maya Saat Berakting di Film The Doll 2

“Ngomongin kue di dalem tempat operasi,” ungkap Ardi di RS. Pondok Indah, Jakarta Selatan.

“Aku enggak tahu lagi ngomongin apa, aku deg-degan karena kan udah dibius lokal tapi kan masih bisa ngobrol. Terus nunggu sampai bayinya keluar tuh deg-degan karena aku udah tahu dibelek walaupun enggak berasa tapi kan tahu, jadi otaknya dialihin aja ke yang lain, ngomongin kue. Enggak jelas sih,” beber Nia seraya tertawa.

Walaupun melakukan berbagai usaha untuk menghilangkan ketegangan saat persalinan, Nia mengaku santai menyambut anak ketiganya.

“Yang ini Alhamdulilah ya. Mungkin kalau misalnya harus punya anak enam gue udah ketawa aja,” ujar Nia.

Hingga kehadiran adik dari Mikhaila dan Mainaka, Nia dan Ardi tak menutup kemungkinan untuk bisa memiliki anak lagi. Mengingat usia keduanya masih produktif, aktris berparas cantik tersebut masih kuat untuk hamil lagi dan disambut bahagia oleh sang suami yang ingin memiliki banyak anak.

“Belum tahu (mau berapa anak). Maksudnya aku masih 27 (tahun), sampai umur 30 (tahun) kalau masih dikasih lagi ya empat, kalo enggak yaa tiga,” ujar Nia.

“Banyak anak banyak rejeki kata orang jaman dulu. Setiap anak bawa rejeki masing-masing,” tambah Ardi.

(bens – sisidunia.com)