Home » News » Demi Buat Kartu Keluarga, Pengantin Baru Ini Nekat Mencuri

Demi Buat Kartu Keluarga, Pengantin Baru Ini Nekat Mencuri



Palembang – Ekonomi yang sulit membuat Sartomi Darmayuda (25), warga Talang Kelapa, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), nekat mengajak sang istri mencuri Dika Anggraini Putri alias Ica (20). Keduanya merupakan pengantin baru.

Demi Buat Kartu Keluarga, Pengantin Baru Ini Nekat Mencuri

Ilustrasi

Yudi mengajak istrinya, mencuri barang-barang berharga di salah satu rumah kos di kawasan Dwikota, Kecamatan Ilir Timur 1, Palembang, pada Kamis (11/5/2017).

Baca juga : Ibu Muda Ini Diamankan Polisi Lantaran Simpan Ratusan Liter Arak Putih

Sang istri yang baru dinikahi pada Januari 2017 lalu, awalnya diajak ke salah satu mal di kawasan Dwikora, Palembang. Yuda menjanjikan akan membelikan Ica sebuah tas baru di pusat perbelanjaan tersebut.

Namun saat berada di seberang mal, Yuda malah mengendarai sepeda motor ke arah perumahan warga. Lalu Yuda menghentikan laju sepeda motornya di depan salah satu rumah kos di kawasan tersebut.

“Saya cuma disuruh tunggu di motor, dan teriak jika ada orang. Dia langsung masuk ke dalam kos itu,” ucap dia di Mapolda Sumsel, Jumat (12/5/2017).

Sebelum masuk ke rumah kos tersebut, Ica sempat menanyakan apa urusan suaminya di dalam ruangan tersebut. Namun sang suami hanya diam. Tak lama kemudian, Yuda keluar dari rumah kos dan membawa beberapa barang curian.

Namun, aksinya langsung dipergoki oleh warga sekitar. Warga langsung menangkap sepasang pengantin baru ini. Pasangan suami istri (pasutri) ini langsung dilaporkan ke Mapolda Sumsel.

Tak lama kemudian, anggota Subdit III Jatanras Polda Sumsel datang dan menangkap kedua pelaku.

Barang bukti yang diamankan, yaitu satu jam tangan, empat tas, satu botol parfum, satu celengan yang berisi uang logam, dan tiga pasang sepatu.

Ica berkilah bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui tindakan suaminya tersebut. Namun, aksi nekat suaminya ini diduga karena mereka tidak mempunyai uang untuk membuat kartu keluarga (KK).

“Suami saya belum kerja, tapi kami ingin sekali punya KK. Untuk buat KK, tidak punya uang sama sekali. Tapi saya tidak tahu kalau suami saya berniat mencuri,” katanya.

Yuda pun membenarkan, dirinya ingin membuat KK untuk menyenangkan hati sang istri. Karena upahnya sebagai sopir truk tidak mencukupi kebutuhan hidupnya, ia nekat memilih jalan pintas ini.

“Belum ada panggilan lagi jadi sopir truk, jadi saya memang tidak pegang uang sama sekali. Makanya nekat begini, tapi ini baru sekali saya lakukan,” ia membeberkan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, kedua pelaku kasus pencurian itu dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan hukuman lima tahun penjara.

“Alasan mereka karena ingin buat Kartu Keluarga, tapi tidak punya uang. Apa pun alasannya, perbuatan mereka sudah melanggar hukum,” Kapolda Sumsel memungkasi.

(bens – sisidunia.com)