Home » News » Pelaku Pemenggal Kepala Seorang Bocah di Taipei Lolos Dari Hukuman Mati

Pelaku Pemenggal Kepala Seorang Bocah di Taipei Lolos Dari Hukuman Mati



Taipei – Seorang pria asal Taiwan yang memenggal kepala seorang bocah di depan publik, ternyata lolos dari hukuman mati. Hakim memutuskan untuk memvonis penjara seumur hidup lantaran pria tersebut mengalami gangguan mental.

Pelaku Pemenggal Kepala Seorang Bocah di Taipei Lolos Dari Hukuman Mati

Gambar ilustrasi

Wang Ching-yu mengaku bersalah atas pembunuhan bocah perempuan berumur 3 tahun di jalanan sibuk di Taipei pada Maret 2016 lalu.

Baca juga : Bocah Laki-laki Berumur 14 Tahun di Hadera Dikurung Orangtuanya Sejak Lahir

Seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (12/5/2017), Wang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dalam persidangan yang digelar hari ini.

Pria berumur 34 tahun itu memenggal kepala korban dengan pisau dapur setelah lebih dulu melumpuhkan ibu korban di dekat stasiun kereta. Kasus tersebut telah mengguncang Taiwan yang selama ini relatif damai. Terdakwa membunuh korbannya seiring warga yang ketakutan mencoba untuk menghentikan perbuatannya.

Jaksa penuntut telah menyebut kejahatan itu “sangat berdarah dingin” dan telah menuntut hukuman mati untuk terdakwa.

Namun Hakim Tsai Shou-hsun yang memimpin jalannya persidangan di pengadilan distrik Taipei, mengatakan bahwa terdakwa dijatuhi hukuman penjara seumur hidup lantaran dia memiliki gangguan mental.

Saat mendengarkan pembacaan vonis hukuman, Wang tetap tenang. Ketika ditanya hakim apakah dirinya mengerti vonis yang dijatuhkan padanya, Wang pun berujar: “Saya mengerti”.

Dalam persidangan, Wang mengatakan bahwa dirinya berhalusinasi sebagai kaisar China dari provinsi Sichuan, dan yakin bahwa membunuh korban akan membuatnya mendapatkan selir-selir untuk melanjutkan garis keturunannya. Usai kejadian, Wang langsung ditangkap di lokasi pembunuhan.

Diketahui, Taiwan memberlakukan hukuman mati kembali pada tahun 2010 setelah sempat dihentikan selama lima tahun. Hukuman mati diberlakukan untuk kejahatan-kejahatan serius seperti pembunuhan keji. (bens – sisidunia.com)