sisidunia

Selamat Datang di Portal Berita Www.SisiDunia.Com

 

Saran dan masukan dari Anda sangat kami harapkan guna membangun sebuah portal berita yang bisa memberikan informasi untuk pengetahuan Anda.

 

 Admin,

 www.sisidunia.com

Home » News » Fahri Hamzah Tantang Agus Maju di Pilpres 2019

Fahri Hamzah Tantang Agus Maju di Pilpres 2019



Jakarta – Nama anak dari mantan Presiden Republik Indonesia keenam, Agus Harimurti Yudhoyono, gaungnya sebagai calon presiden 2019 mendatang semakin terdengar. Gaung tersebut senada dengan rencana penghapusan presidential threshold dalam pencapresan di Pilpres 2019 mendatang.

Fahri Hamzah Tantang Agus Maju di Pilpres 2019

Fahri Hamzah

Penghapusan tersebut merupakan sebuah aspirasi baru di Pansus RUU Pemilu terkait pencapresan di Pilpres 2019 mendatang. Kabar tersebut kemudian ditanggapi oleh Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.

Fahri berpendapat bahwa presidential threshold nol persen akan memunculkan banyak calon. Kemudian timbul pertanyaan apakah termasuk tentang gaung pencalonan AHY dalam Pilpres 2019 mendatang ?

“Ya silakan saja muncul yang muda-muda, nanti mereka berdebat sama yang tua-tua. Kita lihat saja,” kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (12/05/2017).

Dikatakan, presidential threshold nol persen akan memberikan kesempatan kepada rakyat untuk memilih lebih banyak calon pemimpin. “Itu baik untuk berdemokrasi,” ujarnya.

Baca juga : Gerindra Tak Kuatir Dukungan Untuk Jokowi di Pilpres 2019 Terus Bertambah

Karenanya, Fahri menganggap positif saja usulan presidential threshold nol persen itu karena merupakan upaya menjaring lebih banyak kandidat.
“Semakin banyak kandidat yg mendaftar, makin banyak bangsa anak bangsa yang maju itu semakin bagus,” paparnya.

Dia mengatakan, munculnya nama-nama kandidat baru di bursa capres-cawapres tidak masalah.

Fahri mencontohkan Emmanuel Macron di pilpres Perancis, yang merupakan kandidat baru yang sebelumnya tidak dikenal. “Dia cuma wali kota,” katanya.
Sedangkan, kata dia, Marine Le Pen merupakan orang kaya, terkenal dan anak tokoh di Perancis yang luar biasa. “Mirip anak Soekarno kalau di sini (Indonesia),” ujarnya.

Namun, kata dia, tiba-tiba Macron menang dengan angka luar biasa yakni 63 berbanding 36.

“Dan orang baru itu. Karena dia diberikan kesempatan warganya untuk berdebat meyakinkan bangsanya, inilah arah baru kita,” kata Fahri.
(Muspri-sisidunia.com)